Ini Dia Jadinya Kalau Batik dan Tenun dari Indonesia Dikenakan Para Perempuan Tercantik Senegal

Batik dan tenun dari Indonesia sejak beberapa tahun belakangan sedang gencar dipromosikan ke berbagai negara. Para diplomat Indonesia bahkan beberapa kali terlihat melakukan diplomasi batik. Salah satunya adalah dengan menjadikan batik dan tenun dari Indonesia sebagai pakaian yang dikreasikan untuk dikenakan dalam ajang kontes kecantikan.

Di final perhelatan Miss Senegal 2017,  15 finalis Miss Senegal 2017 mengenakan busana batik dan tenun Indonesia. Mendadani perempuan-perempuan tercantik Senegal dengan batik dan tenun sebenarnya bukan pertama kalinya dilakukan. Setelah tahun lalu rancangan Susi Rewita yang dikenakan, tahun ini rancangan desainer Nita Seno Adji, Rudy Chandra, Defrico Audy dan Malik Moestaram yang dikenakan untuk  malam Grand Final Miss Senegal di King Fahd Palace, Dakar, Senegal.

Baca juga:
Batik Indonesia Populer di Zimbabwe
Warga Singapura Tiru Bolu Gulung Batik Khas Indonesia

“Batik dan tenun karya empat desainer Indonesia menjadi busana pilihan untuk diperagakan pada malam grand final yang diprakarsai Dubes RI Dakar, Mansyur Pangeran, dengan Ketua Komite Miss Senegal, Amina Badiane,” ujar Pensosbud KBRI Dakar Dimas Prihadi.

Dubes Mansyur mengatakan sambutan dan minat para tamu undangan pada Grand Final Miss Senegal 2017 terhadap batik dan tenun cukup tinggi. Mereka dengan serius mengamati keelokan batik Indonesia yang diperagakan.

Bahkan juara keempat Miss France 2017, Justine Camara, sebagai juri kehormatan, terkesima melihat paduan motif dan corak warna dari batik dan tenun yang ditampilkan. Dubes Mansyur mengatakan finalis Miss Senegal 2017 merupakan wakil dari 14 provinsi dan satu finalis mewakili wilayah kepulauan Sine-Saloum.

“Diperagakannya batik dan tenun oleh kelima belas finalis tersebut membuat popularitas batik dan tenun meluas ke seluruh penjuru Senegal,” ujarnya.

Mansyur pun mengharapkan momentum mendandani perempuan-perempuan tercantik Senegal dengan batik dan tenun ini dapat dimanfaatkan para pengusaha batik dan tenun untuk melakukan penetrasi pasar ke Afrika Barat. Peluangnya semakin besar karena perhelatan ini, seperti ajang kontes kecantikan lain, dipopulerkan melalui media-media lokal dan juga para finalis yang banyak selfie dan wefie mengenakan batik dan tenun.

Kompetisi Miss Senegal 2017 dimenangkan Yacine Dieng Thiam (18). Sebagai pemenang, Yacine mendapatkan hadiah berupa beasiswa program sarjana dan master selama lima tahun senilai 2.460.000 CFA dari Institut Superieur D’entrepreneurship Et De Gestion(ISEG).

Turut menjadi juri dalam ajang Grand Final, Isteri Duta Besar RI untuk Senegal, Ny. Febie Mansyur. Setiap finalis selain dinilai dari keindahan dalam memperagakan tiap busana, juga memiliki pengetahuan yang memadai mengenai situasi dalam negeri di Senegal, pariwisata di masing wilayah, peranan wanita, serta peranan yang dapat disumbangkan bagi kemajuan kaum wanita Senegal.

 

Penulis: Ryani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *