Batik Indonesia Populer di Zimbabwe

Ketenaran batik Indonesia sejak UNESCO menetapkan batik sebagai warisan Kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi semakin mendunia. Bahkan, batik Indonesia kini menjadi pakaian resmi pejabat dan orang kaya di negara-negara Afrika.

Batik Indonesia sendiri mulai dikenal masyarakat Afrika sejak mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela mempopulerkannya. Kemeja batik yang biasa disebut dengan julukan the presidential shirt, belakangan ini memang semakin digandrungi masyarakat Afrika menengah ke atas di Afrika khususnya negara-negara di belahan selatan Benua Hitam salah satunya Zimbabwe.

Presiden Zimbabwe yang baru saja dilantik, Emmerson Mnangagwa dikenal sering menggunakan batik Indonesia. Terakhir Mnangagwa, mengenakan batik Indonesia pada saat meresmikan Pekan Turisme Internasional Zimbabwe di ibu kota Harare pada awal September 2017 silam.

Baca juga:
Ayu Arimbi, Batik Desa yang Go Internasional
Perluas Pasar, Batik Warna Alam Pekalongan Ikut New York Fashion Week 2018

Sebuah situs berita Zimbabwe, NewsDay, melaporkan kembalinya Mnangagwa dari Afrika Selatan dengan menampilkannya dalam bentuk foto mengenakan pakaian batik Indonesia. Foto-foto tersebut diambil dua hari sebelum pengambilan sumpah menjadi presiden pada 24 November 2017 ini.

Untuk diketahui, Mnangagwa sendiri pernah menjadi wakil presiden dan diberhentikan oleh Presiden Robert Mugabe pada awal November lalu. Setelah pemecatan, Mnangagwa mengaku keselamatan jiwanya terancam dan melarikan diri ke Afrika Selatan sebelum kembali setelah presiden sebelumnya mengundurkan diri.

Selain Mnangagwa, sebagian besar menteri kabinet di bawah mantan Presiden Robert Mugabe biasa mengenakan batik Indonesia seperti Menteri Perdagangan Mike Bimha dan Menteri Luar Negeri, Simbarashe Mumbengegwi. Banyaknya pejabat Zimbabwe yang mengenakan batik Indonesia pada acara resmi membuat batik menjadi terkenal di negara tersebut.

Salah satu importir batik Indonesia di Zimbabwe, Rose Vambe mengaku batik Indonesia memang mulai digemari oleh masyarakat Zimbabwe terutama kalangan menengah atas.

Setiap bulan, Rose selalu mengimpor 200 kemeja batik yang terdiri dari tiga jenis yakni kemeja batik cap berbahan katun, bahan nilon dan bahan sutra. Dari ketiga jenis batik tersebut, batik berbahan katun cenderung lebih disukai karena cocok dengan cuaca panas di Zimbabwe.

Penyebab masyarakat Zimbabwe menyukai batik Indonesia karena kombinasi warna dan corak batik Indonesia sangat mirip dengan batik yang dibuat di Zimbabwe. Selain itu, masyarakat Zimbabwe sangat mencolok tapi mempunyai kombinasi yang halus.

Untuk jenis batik termahal yang dijual Rose yakni berbahan sutra. Batik Indonesia berbahan sutra dibagi dua tipe yang pertama dijual dengan USD 150 dan tipe kedua dijual dengan USD 250. Kedua tipe tersebut Rose membeli di Indonesia dengan harga USD 25 sampai USD 50.

 

Penulis : Atung Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *