Ungkapan Rasa Syukur Masyarakat Boyolali Lewat Sebaran Apem Keong Mas

Untuk mengungkapkan rasa syukur, masyarakat di Indonesia memang memiliki berbagai macam cara. Di Boyolali, Jawa Tengah tepatnya di obyek wisata Pegging, kita bisa menjumpai sebuah tradisi bernama Sebaran Apem Keong Mas yang dilakukan warga untuk mengungkapkan rasa syukur terhadap segala keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Sebagai sebuah tradisi, Sebaran Apem keong Mas ini punya riwayat yang panjang yang sudah ada sejak masa nenek moyang. Bahkan tradisi ini memiliki cerita dan kisahnya sendiri sehingga memunculkan kegiatan ini.

Jadi pada masa lalu di daerah Pengging ini terjadi Pagebluk atau serangan hama keong mas yang membuat petani gagal panen. Untuk mengatasi Pagebluk ini para petani kemudian mendatangi pujangga bernama Raden Ngabei Yosodipuro untuk meminta petunjuk.

Baca juga:
Asyiknya Naik Kereta Api Uap Kuno di Ambarawa, Jawa Tengah
Lembah Semilir, Rumah Hobbit yang Instagramable Jawa Tengah

Raden Ngabei Yosodipuro kemudian memberikan petunjuk kepada para petani untuk mengukus atau memasak kue apem yang kemudian disebar di setiap sudut pematang sawah. Dari sini maka hama keong mas pun berhasil dimusnahkan.

Dari keberhasilan memusnahkan hama keong mas ini kemudian warga merayakan syukuran setiap bulan Sapar (kalender jawa). Tradisi dan syukuran yang kemudian dikenal dengan nama Sebaran Apem Keong Mas ini terus berlanjut dan dijalankan oleh generasi penerusnya hingga sekarang. Karena dilaksanakan pada bulan Sapar, tradisi ini juga sering disebut dengan “Saparan”.

Dalam melaksanakan tradisi Sebaran Apem Keong Mas ini akan diawali terlebih dahulu dengan pemanjatan do’a kepada Tuhan Yang Maha Esa. Setelah itu tradisi ini akan dilanjutkan dengan kirab budaya dari halaman Kantor Kecamatan Banyudono ke halaman Masjid Ciptomulyo.

Dalam kirab ini akan ada iring-iringan tiga ekor kerbau keturunan kerbau bule Kiai Slamet, para tokoh masyarakat, tamu undangan dan juga Wakil Bupati Boyolali.

Iring-iringan ini juga diikuti oleh dua gunungan apem keong mas yang setinggi tiga meter yang dikawal barisan prajurit keraton. Ada juga iringan kesenian budaya lokal dan juga paguyuban Tari Reog desa setempat.

Setelah iring-iringan ini tiba di lokasi di obyek wisata Pinggan maka gunungan apem keong mas akan dibawa naik ke panggung dan akan disebar kepada ratusan ribu warga yang sudah menunggu di bawah panggung. Apem yang dibungkus daun janur dan disebar ini dipercaya oleh banyak orang bisa membawa berkah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *