Teknik Lukis, Cara Membuat Batik Baru dari Ponorogo

Selama ini kita hanya mengenal dua teknik batik Indonesia yakni tulis dan cap. Namun, baru-baru ini pria asal Ponorogo berhasil menciptakan batik dengan menggunakan teknik lukis. Bisa dibilang penemuan ini terbilang baru dan menjadi tambahan teknik dalam pembuatan karya seni batik.

Guntu Sasono, warga Jalan Kartini, Desa Carat, Kecamatan Kauman, Ponorogo ini merupakan penemu teknik lukis. Batik yang diciptakannya pun diberikan nama dengan batik lukis. Berbeda dari dua teknik batik pada umumnya, batik lukis buatan Guntur ini tidak menggunakan malam untuk memblok warna.

Baca juga:
Bagaimana Canting Batik Cap Dibuat?
Uniknya Batik Pada Kain Jeans

Awal mula Guntur menciptakan batik lukis terjadi pada 2009 lalu, saat itu dirinya mendapatkan tugas sebagai guru sebi rupa untuk membuat sebuah batik. Dia pun akhirnya belajar membuat batik secara otodidak, didorong dengan keinginan menemukan terobosan baru diapun akhirnya membuat batik lukis.

Batik lukis buatan Guntur ini tergolong unik karena setiap design hanya satu produk yang bisa dihasilkan. Dia sendiri pun tak bisa meniru design yang sudah dibuatnya sendiri untuk produk yang sama. Hal ini membuat setiap produk batik lukis ciptaannya selalu berbeda satu dengan lainnya.

Dalam pembuatan batik lukis, Guntur mengaku tidak menggunakan pola terlebih dahulu seperti pada batik tulis dan cap pada umumnya. Pembuatan batik lukis langsung dieksekusi di atas kain begitu dirinya mendapatkan inspirasi. Selain itu, kain yang digunakan untuk batik lukis pastilah kain katun. Alasannya, kain katun mudah menyerap warna dibandingkan jenis kain lainnya.

Proses pembuatan satu batik lukis memakan waktu minimal satu bulan. Lamanya pembuatan batik lukis ini karena harus menunggu kering dahulu lukis motif batik untuk selanjutnya ditimpa dengan lukisan berikut. Hal ini berlaku berulang kali dan membuat waktu pengerjaan cukup panjang.

Selama ini, Guntur mengerjakan dua jenis batik lukis yakni untuk lukisan dan fesyen. Untuk fesyen biasanya membutuhkan kain sepanjang 2,4 meter, sementara untuk lukisan hanya sesuai pesanan saja.

Batik lukis buatan Guntur sendiri merupakan jenis batik kontemporer. Jenis batik ini sangat diterima dikalangan milinelal terutama para pelajar yang mempunyai niat untuk belajar membatik. Selain itu batik kontemporer lebih mudah diaplikasikan dan banyak ide dalam menciptakan motif baru.

Bagaimana anda tertarik untuk membeli batik lukis? Jika tertarik anda harus bersiap merogoh kantong anda cukup dalam karena batik lukis jenis fesyen biasa dijual guntur dari IDR 1 juta hingga belasan juta, sementara untuk batik lukisan dijual mulai dari IDR 5 juta sampai belasan juta. Harga tersebut tergantung dari lama dan kesulitan saat membuat.

 

Penulis : Atung Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *