Mengenal Lebih Dekat Saudara Batik Indonesia

Pada tahun 2009, UNESCO memasukkan Batik Indonesia sebagai budaya tak benda warisan manusia. Batik pun secara resmi merupakan peninggalan warisan budaya dari Indonesia yang diakui dunia. Namun tahukah anda ternyata di Afrika juga terdapat batik.

Batik Afrika sendiri memang mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan Batik Indonesia. Dari berbagai sumber Batik Afrika memang mengadopsi dari Batik Indonesia. Masyarakat Afrika mengenal batik berkat pedagang Belanda yang datang dari Indonesia.

Baca juga:
Wirda Hanim, Sang Penyelamat Batik Tanah Liat
Ini Dia Pemahat Patung yang Tersisa di Wringin Putih Borobudur

Para pedagang Hindia Belanda inim membawa batik ke Afrika sekitar abad ke-19. Mereka pun mengolah dan memodifikasi Batik Indonesia menjadi motif batik khas negara-negara Afrika. Kendati mengadopsi dari Batik Indonesia, namun Batik Afrika memiliki perbedaan dimana tidak ada teknik pelapisan lilin.

Batik Afrika untuk bisa memberikan warna pada motif yang ada menggunakan dua cara yakni adire eleso dan adire eleko. Kedua teknik ini sedikit berbeda dengan dua teknik umum pembuatan batik di Indonesia yakni tulis dan cap. Teknik adire eleso merupakan proses pembuatan kain batik dengan cara mengikat dan menjahit pola motif di kain untuk selanjutnya dicelupkan ke pewarna, teknik ini sangat mirip dengan pembuatan kain jumputan.

Sedangkan adire eleko merupakan proses pembuatan kain batik dengan menggunakan pasta pati sebagai pengganti lilin. Pasta pati yang digunakan berasal dari singkong, beras atau ubi kayu. Teknik ini sangat populer dalam pembuatan Batik Afrika di negara Yoruba dan Nigeria. Sementara negara Afrika lainnya, menggunakan limpir untuk dijadikan penahan warna.

Untuk proses pembuatan adire eleko diawali dengan menggunakan gambaran tangan dari desain tradisional. Dalam menggambar motif perajin Batik Afrika biasa menggunakan bulu, tongkat kecil atau sepotong tulang halus dan logam berbentuk seperti sisir. Setelah kain digambar, lapisan pasta diletakkan dibagian yang tak ingin diwarnai. Selanjutnya kain dicelup ke dalam pot tana liat besar atau lubang di tanah. Terakhir pasta pati dikerok untuk mendapatkan warna dan motif Batik Afrika yang sesuai.

Untuk motif batik, batik-batik di Indonesia biasanya juga melambangkan filosofi dalam soal sejarah, kekayaan budaya dan lainnya. Semenatar Batik Afrika lebih banyak menggambarkan identitas negaranya sendiri. Seperti Batik Afrika dari Kamerun, kebanyakan batik menggunakan motif binatang, tribal, motif bunga hingga peta Afrika.

Selain itu, perbedaan motif Batik Afrika dengan Batik Indonesia yang cukup mencolok terdapat di motifnya. Biasanya motif Batik Afrika berukuran besar sehingga jarak antar motif pun tidak terlalu rapat. Sementara Batik Indonesia mempunyai ukuran motif yang lebih kecil dan jarak anatar motif rapat. Untuk mengisi kekosongan antar motif biasanya ditambahkan isen-isen.

Untuk motif batik, batik-batik di Indonesia biasanya juga melambangkan filosofi dalam soal sejarah, kekayaan budaya dan lainnya. Semenatar Batik Afrika lebih banyak menggambarkan identitas negaranya sendiri. Seperti Batik Afrika dari Kamerun, kebanyakan batik menggunakan motif binatang, tribal, motif bunga hingga peta Afrika.

 

Penulis : Atung Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *