Suka Kopi? Yuk, Kenalan dengan Kopi Liong Bulan Asal Bogor yang Melegenda

Penyuka kopi sejak lama mungkin tak asing dengan Kopi Aroma asal Bandung atau Kopi Bis Kota asal Jakarta. Bagi penikmat kopi di Kota Hujan, kopi yang lekat di hati bisa jadi Kopi Liong Bulan. Kopi yang usia dagangnya hampir sama dengan usia Republik ini sedang jadi buah perbincangan di jagad maya.

Salah satu peminum fanatiknya,  Awang Satyana , mengunggah foto toko kopi Liong Bulan di Jalan Padaton, sebelah Pasar Anyar, Bogor tutup udahan sejak 8 November. Dalam post yang dia beri judul “The End of Legend” di laman Facebooknya, ia menyebut kopi liong sudah kembali ke bulan dan tak kembali lagi. Baginya, kopi ini telah jadi “teman” melewati perjalanan bersama membuat aneka publikasinya.

Untungnya setelah diverifikasi berbagai pihak usaha kopi ini tidak berhenti total. Walikota Bogor Bima Arya sendiri yang terjun lapangan verifikasi kebenaran nasib usaha kopi kebanggaan Bogor ini. Setelah mampir ke pabriknya, ia pun mengkonfirmasi bahwa kopi legendaris ini masih eksis. Yang tutup hanya salah satu tokonya karena pemiliknya yang sakit. Sedang pabrik utama masih konsisten berproduksi secara normal.

Baca juga:
Kopi Kawa Daun yang Unik dan Asing di Telinga
Ini 5 Daerah Penghasil Kopi Terbaik di Indonesia

Dikutip dari berbagai sumber, yuk kenalan dengan kopi dengan logo bulan sabit dan naga (Liong) ini.

Pendiri dan pengelolanya saat ini

Didirikan oleh Linardi (alm.) dalam bentuk kopi hitam “biasa” untuk warung-warung kopi pinggir jalan. Memang bukan kelas kopi premium, tak berarti kopi ini hanya miliki kelas ekonomi ke bawah. Kalangan menengah pun suka membawa kopi ini ke kantornya. Saat ini kopi dikelola oleh generasi ketiga, yaitu anak dan menantu dari generasi kedua. Pabriknya sendiri diawaki sekitar 50 orang.

Tampak depan toko Kopi Liong Bulan. Foto: Kumparan

Harga

Dikemas dalam plastik bening berbentuk kertas, kopi liong bulan yang digiling halus dijual cukup murah.Hanya Rp 12.500 untuk 1/4 kilogram (250 gram) kopi bubuk.

Tak hanya kopi bubuk, Liong bulan juga dijual sachetan dengan campuran gula dengan harga Rp 500- Rp 1.500 per bungkus. Kemasan sachetnya adalah plastik hitam kecil dengan logo liong dan bulan sabit, seukuran kemasan salah satu kopi bermerek N.

Toko yang tutup dan Perubahan Strategi Pemasaran

Toko di Jalan Padaton memang sudah tutup sejak awal November. Banyak yang menyebut sang engkoh pemilik toko yang disebut “Si Bos” sedang sakit. Informasi simpang siur terkait sakitnya. Ada yang menyebut sakit lambung, ada yang sebut stroke, ada yang juga yang menyebut sakit keras sampai perlu operasi.

Tetapi toko yang tutup tak berarti pemasaran dan penjualan kopi berhenti. Dari para pengelola pabriknya, kopi Liong Bulan masih eksis didistribusikan ke agen-agen dan warung-warung. Tak hanya di Bogor, kopi ini juga didistribusikan ke Jakarta dan sekitarnya.

 

Penulis: Ryani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *