Begini Hasil dari Kolaborasi Tenun dan Batik Probolinggo

Seni tenun merupakan cara pembuatan kain dengan benang berwarna-wani dengan cara menenun. Sementara seni batik merupakan pembuatan kain dengan memberikan malam pada kain. Namun bagaimanakah jika kedua kerajinan tangan asli dari Indonesia tersebut berkolaborasi?

Hasilnya akan menjadi sebuah kain tenun batik yang sangat indah. Kain tenun batik sendiri merupakan hasil ciptaan perajin batik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Kolaborasi antara tenun dan batik juga tergolong baru dalam industri wastra di Indonesia.

Baca juga:
Batik Majapahitan Andalan Kabupaten Mojokerto
Ini Dia Tips Ampuh Pilih Kain Tenun NTT untuk Kerja dan Bersantai

Rusyami, salah satu perajin batik Probolinggo menceritakan, awal mula bisa membuat kain tenun batik dengan mengikuti pelatihan membuat kain tenun dengan bermotif batik. Bahkan, Rusyami bersama salah satu karyawannya rela magang selama beberapa hari untuk membuat kain tenun di Kota Kediri pada September 2017 silam.

Mengikuti pelatihan satu ke pelatihan lainnya membuat Rusyami semakin mahir untuk membuat kain dengan teknik tenun. Bersamaan dengan itu, produksi batik miliknya pun berkembang pesat dan kemudian muncullah ide untuk mengolaborasi tenun dan batik menjadi salah satu karya seni baru yang belum terdapat di Probolinggo.

Gayung pun bersambut, Rusyami akhirnya mendapatkan pinjaman satu unit mesin tenun manual dari pemerintah kabupaten (pemkab) Probolinggo yang diterima pada Oktober 2017. Dia pun menggunakan mesin tersebut untuk membuat kain tenun batik khas Probolinggo. Perlu diketahui, kain tenun batik saat ini banyak di produksi di Jawa Tengah dengan harga yang cukup tinggi.

Hasil karya Rusyami ini memiliki dua jenis motif berbeda, yakni berjajar antara motif tenun dan batik, kemudian motif tenun yang hanya di tepi kanan dan kiri sedangkan di bagian tengahnya menggunakan teknik batik. Hasil ciptaannya ini pun juga sudah mulai dijual kepada para konsumen.

“Kami sudah mencoba dan hasilnya sangat memungkinan untuk bisa membuat narasi batik dengan digabungkan teknik tenun,” kata Rusyami, seperti dikutip liputan6.com.

Saat ini kain tenun batik yang diproduksi oleh Rusyami jumlahnya masih sedikit. Selain itu, ongkos produksi untuk pembuatan kain tenun batik buatannya tergolong mahal. Biaya pembuatan kain tenun saja sudah mencapai Rp 175 ribu. Harga itu belum ditambah dengan biaya pengerjaan motif batik Probolinggo yang biayanya juga tidak sedikit.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan kain hasil kolaborasi antara tenun dan batik ini bisa langsung membelinya dengan harga Rp 500 ribu. Mahalnya harga kain tersebut sangatlah wajar karena proses yang panjang dan rumit serta ongkos produksi yang mahal dalam membuatnya.

 

Penulis : Atung Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *