Suka Berburu Foto Lumba-Lumba Saat Wisata? Yuk Coba Selfie Bersama Paus di Tempat-Tempat Ini

Menikmati matahari terbit sembari menunggu lumba-lumba melompat merupakan salah satu pemandangan yang ditunggu-tunggu di Lovina, Bali. Juga di Teluk Kiluan, Lampung. Tapi mencoba sensasi lain berfoto bersama paus mungkin pengalaman yang layak dicoba.

Mamalia yang bisa ganas, bisa juga tampak menggemaskan ini memang banyak menarik perhatian. Karena itu ada beberapa kawasan di mana para penyelam bisa mengamati lebih detail atau bahkan selfie dengan paus. Dikutip dari TEMPO.CO, berikut enam lokasi tempat para penyelam bisa mengamati lebih detail kehidupan paus:

Baca juga:
Pantai Pegadungan, Nikmati Keindahan dan Keeksotisannya Melalui Lensa Kamera
Pantai Plengkung, Surga Peselancar di Ujung Jawa

Teluk Cenderawasih, Taman Bermain Hiu Paus, Papua
Jika di tempat lain di dunia penyelam menganggap dirinya beruntung untuk bertemu salah satu hiu paus atau beberapa, di sini mereka datang dalam jumlah yang besar dan penyelam bisa berenang bersama mereka.

Tetap saja, penyelam harus berhati-hati untuk tidak terkena salah satu dari sirip paus yang terkenal kuat. Selain hiu paus atau whaleshark, empat spesies penyu menempati perairan ini yaitu penyu sisik, penyu hijau umum, penyu ridley Pasifik dan penyu belimbing. Waktu terbaik untuk mengunjungi tempat ini adalah antara bulan Mei sampai Oktober.

Perairan Lembata, Flores
Perairan Nusa Tenggara Timur, terutama di perairan Lembata, Flores Timur, dan Alor memiliki habitat laut dalam dan menjadi pelintasan untuk 18 jenis paus. Di antaranya adalah dua jenis paus karismatik, yakni paus Biru (Balenoptera mausculus) dan paus Sperma (Physter macrocephalus).

Potensi ini menjadi peluang bisnis pariwisata oleh pemerintah provinsi NTT dan Kementerian Pariwisata dalam program “wisata nonton ikan paus” atau Whale Watching Tour. Namun, harap bersabar karena agenda tersebut baru akan siap digelar pada 2018 mendatang. Meski begitu tidak ada salahnya mengunjungi melihat tradisi perburuan paus yang biasanya dimulai pada bulan Mei.

Pantai Botubarani, Gorontalo
Pantai Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo menjadi ramai karena kedatangan hiu paus dimulai sejak tiga tahun lalu seiring dengan beroperasinya pabrik udang di Botubarani yang membuang limbahnya ke laut dan menjadi penarik hiu paus.

Limbah tersebut diketahui menyuburkan plankton yg menjadi salah satu makanan hiu paus. Untuk melihat hiu paus, masyarakat harus menyewa perahu dengan harga Rp 15.000 per orang. Untuk memancing hiu paus keluar permukaan air setiap perahu menyediakan pakan hiu paus berupa beberapa bungkus kulit udang yang dijual seharga Rp 10.000 per bungkus.

Wakatobi, Sulawesi Tenggara
Taman Nasional Wakatobi dikenal dengan julukan surga bawah laut. Selain dengan keindahan karang dan biota laut lainnya, perairan tersebut memiliki tamu setia yang menjadikan perairan Wakatobi sebagai taman bermainnya. Tamu itu tidak lain dan tidak bukan adalah ikan paus sperma (Physeter macrocephalus).

Biasanya, kawanan paus sperma berada di Wakatobi pada bulan November, saat belahan bumi lain membeku. Pada bulan tersebut perairan Wakatobi relatif lebih hangat dan berlimpah pakan yang bisa mengenyangkan perut kawanan paus.

Wakatobi juga menjadi tempat bermain ikan pari manta (Manta ray) yang ukuran tubuhnya tergolong raksasa. Pari manta merupakan salah satu jenis ikan yang khas dan unik, yang hanya terdapat di perairan tropis.

Berenang Bersama Hiu Paus di Perairan Kalimantan
Berenang bersama hiu paus ini bisa dilakukan tepatnya di perairan Talisayan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Hiu paus memang dikenal sebagai ikan besar yang tidak galak. Dia juga bukan berasal dari ras pemangsa. Sehingga, jika saat menyelam dan bertemu dengannya, jangan takut.

Dia dengan ramah menghampiri manusia dan menantang untuk berenang bersama. Hiu paus biasa muncul ke permukaan untuk mencari makan sekitar pukul 8 pagi. Pastikan untuk berangkat pagi karena ketika menuju siang, wisatawan akan kesulitan menemukannya.

Lovina, Pulau Dewata

Salah satu pantai di Bali Utara ini sebenarnya lebih dulu dikenal dengan lompatan lumba-lumba. Tetapi di pantai yang memiliki sejumlah keunikan yang tidak dimiliki oleh pantai-pantai lain di Pulau Bali ini, wisatawan juga bisa melihat paus berenang dengan bebas di perairan pantai.

Walau menikmatinya dari perahu jungkung, anda harus lebih bersabar karena paus lebih jarang terlihat dibanding lumba-lumba. Bulan yang tepat untuk melihat atraksi tersebut adalah pada bulan April hingga Oktober.

 

Penulis: Ryani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *