Perluas Pasar, Batik Warna Alam Pekalongan Ikut New York Fashion Week 2018

 Sejak ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage Humanity) pada 2 Oktober 2009, batik semakin dikenal luas.

Peminat batik sebagai kreasi budaya pun semakin banyak dan meluas sebaran peminatnya. Untuk menerobos minat pasar mancanegara, khususnya dari negeri Paman Sam, Batik Pekalongan diikutkan perhelatan New York Fashion Week, New York, Amerika Serikat pada Februari 2018

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, pada Oktober lalu, menyebutkan kerajinan batik khas Pekalongan yang akan dibawa “go internasional” adalah yang bernuansa warna alam. Batik warna alam ini akan dimodifikasi sedemikian rupa, lalu dipadankan dengan kebaya serta bustier.

Baca juga:
Jiwaning Jiwo Karya Desainer Asal Sukoharjo
Inilah Tips Rawat Songket ala Desainer Ternama

Tak tanggung-tanggung, untuk keikutsertaan ini, beberapa mitra sudah diajak kerja sama. Prioritasnya adalah menjaga sistem rantai pasoknya. Mulai dari menjaga ketersediaan bahan baku, pemilihan desain dan motif, hingga pilihan-pilihan promosi dan penyajian.

“Bibitnya dari Perhutani untuk menanam tanaman indigo, selanjutnya akan dibuat pasta untuk dijadikan warna alam,” kata Asip. Sedang untuk motif, desain dan penyajian, pemerintah kabupaten sudah menggandeng beberapa desainer dan model internasional.

Harapannya, keikutsertaan ini bisa menjadi peluang bagi para pengusaha di Pekalongan buka usaha di Amerika Serikat. Atau setidaknya memahami selera pasar di benua Amerika, sehingga bisa meningkatkan ekspor batik Pekalongan ke benua tersebut. “Melalui konsep peragaan busana di Amerika Serikat, kami berharap kerajinan batik warna alam mampu menerobos hingga pasar mancanegara,” katanya.

Sebelumnya, batik pekalongan yang masuk ke pasar Amerika masih dalam bentuk aksesoris. Dengan lebih banyak display kain serta aneka kreasi fashion yang lebih trendi, dan dengan kemasan yang disesuaikan dengan level New York Fashion Week, Pekalongan berharap tingkat kesadaran dan ketertarikan fashionista akan batik Pekalongan lebih tinggi.

Untuk memastikan efektivitas meningkatkan kertarikan fashionista, beberapa strategi promosi juga disiapkan. Di antaranya melalui kerjasama dengan VOA (Voice of America) dan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington. Strategi branding pun disiapkan agar batik Indonesia semakin dikenal, tak kalah dengan kimono Jepang atau sari India di dalam perhelatan tersebut.

 

Penulis: Ryani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *