Ingin Koleksi Kain Batik Tapi Masih Awam, Coba Dulu Tips Ini Biar Tak Mudah Tertipu

Dengan meningkatnya popularitas kain batik, batik yang dibuat oleh industri dengan skala besar semakin lihai dibuat semirip mungkin dengan karya para perajin. Semakin presisi persamaannya, sampai-sampai mebedakannya jadi hal sulit, terutama bagi mata yang belum ahli.

“Bahkan nama tekniknya (tulis, cetak, cap dan teknik lainnya) saja orang kita banyak yang tidak mengerti. Kain setumpuk ada palsunya, bisa dijual ke konsumen yang tidak mengerti,” ujar William Kwan Hwie Liong, Peneliti Batik Batang dan Lasem, seperti dikutip dari TEMPO.CO.

Tak berarti kaum muda millennial yang baru mulai tertarik kain batik tak bisa koleksi. Sebelum mulai perburuan kain batik dari aneka daerah Nusantara, para penyuka pemula kain batik bisa mengikuti beberapa tips berikut.

Baca juga:
Anak Prabowo Subianto Rilis Koleksi dengan Nuansa Songket
Tony Herawan, Kolektor Batik Karena “Terpaksa”

Cek Harga

Batik tulis pasti harganya lebih mahal dari batik cap, yang lebih mahal dari batik cetak, karena masih menggunakan tenaga kerja. Walaupun harga bisa menjadi patokan untuk membedakan jenis batik, jangan hanya karena melihat harga yang tinggi batik tersebut dianggap batik tulis.

Dengan teknologi sekarang, cetakan sudah dibuat sedemikian rupa agar terlihat seperti batik tulis. “Kalau dulu kalian melihat tekstil printing, itu di baliknya pasti tidak ada gambarnya. Tapi sekarang juga ada yang pintar, printingnya dibuat tembus, dibuat bolak balik,” jelas Pincky Sudarman, CEO PT Alun Alun Indonesia Kreasi.

Cek Motif, Alur dan Garis Polanya

Dilihat lebih dekat, motif batik cetak biasanya terlihat lebih kaku dibanding cap dan tulis. Terutama batik tulis, pasti akan terlihat lebih halus gambar motifnya, tidak kaku sama sekali karena menggunakan proses autentik dan natural. Kedua, kalau batik cap, pasti ada satu pola yang diulang.

Bila melihat batik tulis dengan pola yang berulang-ulang, bila dilihat dari dekat satu sama yang lain akan memiliki bentuk yang berbeda. Sedangkan kalau batik cap, bila dilihat lebih dekat, bentuk dasarnya itu sama.

Batik tulis itu lebih kasar garisnya, dalam arti lebih tidak teratur. “Kalau kamu lihat bentuk daun di batik tulis, garisnya itu semau-mau mereka, pasti tidak rata. Namun itulah keunikan batik tulis, tidak ada duanya dan benar-benar orisinil karya perajin,” lanjut Pincky.

Pastikan “Value for Money” Sebelum Membeli

Jika anda membeli kain batik secara offline, ceklah beberapa kali kain batik sebelum dibeli. Pastikan harga yang sudah disepakati memang sesuai dengan value kainnya. Harga harus jujur dengan jenis batik tersebut. Kalau batik tulis lebih mahal akan terasa lebih wajar, sebagai tanda apresiasi para perajin. “Bila batik cetak diberi harga batik tulis, itu namanya menipu pembeli,” ungkap Pincky.

Kalau Mau Dijahit, Visualisasikan Model Pakaiannya dengan Kain Batik yang Ditaksir

Tak semua kain batik yang anda koleksi berakhir di penjahit. Banyak juga orang membeli kain batik hanya untuk sekedar koleksi, atau cukup dililit dengan aneka model. Kalau anda ingin menjadi koleksi kain batik jadi item fashion lainnya, coba sudah visualisasi modelnya sejak menaksir kain. Hal ini akan membantu untuk memilih kain batik yang akan dibeli dari berbagai pilihan. Selain alur dan motifnya, juga perlu dicek, jika ada, letak tumpal atau ke arah mana polanya, mana yang di atas dan di bawah.

 

Penulis: Ryani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *