Permainan Tradisional yang Penuh Keceriaan Ini Hampir Punah

Anak-anak zaman sekarang, alias kids zaman now tak pernah mengerti asyikknya bermain permainan tradisional ini. Tak ayal, makin lama deretan permainan yang membuat guyub ini diambang kepunahan.

Engklek

Permainan ini mempunyai banyak nama dan sebutan diberbagai daerah di Indonesia. Engklek merupakan permainan berbentuk gambar petak. Pemainnya berjumlah dua sampai lima orang dan harus dilakukan secara bergantian.

Setiap pemain harus memegang batu, gajuk, kerewang, atau benda datar lainnya untuk dimasukkan ke petak engklek. Para pemain harus melewatinya dengan satu kaki dan tidak boleh menginjak kotak yang terdapat batunya.

Gobak Sodor

Ini merupakan jenis permainan yang membutuhkan kekompakkan tim. Biasanya permainan ini membutuhkan enam sampai 10 orang pemain.

Terdapat dua tim yang berperan sebagai tim penyerang serta penjaga. Tim penjaga akan menjaga garis kotak, sementara tim penyerang harus melewati penjagaan dan tak boleh keluar dari garis. Tim penyerang juga tidak boleh tersentuh oleh tim penjaga.

Jenis permainan ini lebih disukai oleh anak laki-laki karena membutuhkan tenaga dan kelincahan berlari. Namun tak jarang juga anak perempuan juga ikut bermain gobak sodor.

Bentengan

Tak jauh berbeda dengan gobak sodor, bentengan merupakan permainan yang membutuhkan kekompakkan tim. Permainan ini harus dimainkan dengan pemain berjumlah genap. Kedua tim harus memilih markas mereka yang dianggap sebagai benteng. Biasanya mereka memilih tiang, pohon, batu ataupun pilar.

Para pemain harus bisa mengambil alih benteng lawan dengan cara menyentuh markas lawan. Dalam setiap tim, para pemain memiliki tugas berbeda-beda. Ada yang menjadi penjaga, mata-mata, pengganggu benteng lawan dan penyerang. Permainan ini cenderung disukai anak laki-laki karena membutuhkan kecepatan berlari dan strategi.

Petak Umpet

Hampir semua anak Indonesia, terutama yang tumbuh di era ’80 hingga ’90-an mengenal permainan tradisional ini. Petak umpet bisa dimainkan oleh dua orang lebih. Permainan dimulai dengan cara mengundi  untuk menentukan siapa yang berjaga.

Pemain yang kalah harus memejamkan mata dan menghitung angka dari satu sampai 10 atau lebih, sementara pemain lain harus mencari tempat bersembunyi. Setelah selesai menghitung, penjaga harus mencari pemain yang bersembunyi, jika ditemukan pemain tersebut kalah dan bergantian menjaga.

Sebenarnya masih banyak lagi permainan anak-anak tradisional Indonesia yang sudah jarang sekali dimainkan. Padahal permainan-permainan tersebut bisa melatih kecerdasan dan kekuatan fisik anak.

Bagi Anda para orang tua, cobalah mengajak buah hati Anda untuk bermain permainan tradisional tersebut. Hal ini dilakukan demi menjaga kelestarian permainan tradisional khas Indonesia yang saat ini sudah mulai dilupakan.

 

Penulis : Atung Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *