Permainan Tradisional Anak-Anak Indonesia yang Mulai Dilupakan

Bagi mereka yang pernah merasakan masa-masa kecil pada era sebelum tahun 2000, waktu bermain mereka pasti banyak dihabiskan di luar rumah. Berbeda pada masa kini, dimana anak-anak banyak menghabiskan waktu di dalam rumah dengan asyik bermain bersama gadget mereka.

Beberapa permainan anak-anak tradisional yang sudah menjadi tradisi pada jaman itu, saat ini hampir punah karena tidak ada lagi anak-anak yang memainkan. Permainan seperti congklak, layangan, petak umpet dan masih banyak hampir pasti jarang ditemukan terutama di kota-kota besar.

Bagi Anda yang ingin bernostalgia dengan permainan tradisional asli Indonesia, berikut beberapa jenis permainan  yang mungkin juga Anda mainkan sewaktu kecil.

Baca juga:
Melakukan Tantangan Permainan Masangin di Alun-Alun Kidul Yogyakarta
Menikmati Perang Kuno Lewat Pasola

Gasing

Ini adalah salah satu permainan tradisional asli Indonesia. Anak laki-laki di masa itu pasti mengenal permainan ini.

Gasing biasa dimainkan lebih dari dua orang. Bahan yang digunakan membuat gasing biasanya dari kayu merbau, kundang, atau sejenisnya. Cara memainkannya dengan melilitkan gasing dengan tali kemudian melemparnya ke tanah sambil memegang tali dan gasing pun akan berputar.

Ada beberapa jenis gasing yang mengeluarkan suara. Untuk aturan mainnya, siapa gasing yang paling lama berputar dialah pemenangnya.

Congklak

Permainan ini memiliki nama lain ‘dakon’ yang biasa dimainkan anak peremuan. Congklak hanya bisa dimainkan oleh dua orang.

Permainan ini terbuat dari bahan kayu atau plastik dan mempunyai tujuh lubang di masing-masing sisi dengan dua lubang besar pada setiap sudutnya. Setiap lubang kecil berisi biji congklak yang terdiri dari tujuh buah.

Aturan mainnya, para pemain harus memulainya secara bersamaan mengambil biji congklak di lubang kecil. Kemudian biji congklak diisi pada setiap lubang yang dilewati. Namun jika tiba di lubang yang tidak ada bijinya, pemain tersebut harus berhenti dan memberi giliran lawan.

Permainan dilakukan sampai biji congklak habis di lubang kecil. Pemenangnya ditentukan dari banyaknya jumlah biji congklak di lubang besar.

Egrang

Ini merupakan permainan ada di hampir seluruh daerah di Indonesia. Egrang lazimnya dimainkan oleh anak laki-laki dengan jumlah pemain yang tak terbatas.

Permainan ini membutuhkan tongkat dengan tumpuan kaki yang lebih tinggi dari tanah untuk berpijak kemudian berjalan dengan tongkat tersebut. Walaupun tidak ada yang menang ataupun yang kalah, namun permainan ini sangat bagus untuk melatih keseimbangan kita.

 

Penulis : Atung Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *