Mengicip Gurihnya Bongko Mento Ayam di kota Solo

Hajatan besar Presiden mantu memang sudah selesai. Tapi jelang akhir pekan, mungkin saja ada yang tertarik mengeksplorasi aneka kue khas dari Solo dan sekitarnya.

Tak hanya intip, surabi, nopia, abon, dendeng atau bakpia mereka yang berkunjung ke Solo mungkin saja tertarik mencoba kue bongko mento saat berkunjung ke pusat oleh-oleh. Seperti surabi, menggunakan bahan santan daya tahan kue mento juga tidak lama, maksimal 24 jam.

Bongko mento adalah kue basah tradisional Jawa yang saat ini cukup sulit ditemui. Sama-sama menggunakan daun pisang, dari luar penampakan kue ini sekilas menyerupai  botok atau lontong. Begitu dibuka bungkus daun pisangnya, akan tampak saus santan kental yang mempergurih bongko.

Baca juga:
Empat Kuliner paling Legendaris di Pasar Gede Solo
Traveling ke Solo Jangan Lupa Beli 5 Oleh-Oleh Ini

Kue bongko mento terbuat dari campuran tepung terigu dan tepung beras yang digulung seperti dadar setelah diberi telur dan air. Di dalamnya terdapat isian tumis daging ayam atau sapi yang dibumbui bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, jintan, lengkuas, daun jeruk, daun salam dan serai.

Setelah dilipat menyerupai risoles, dadar tersebut disiram dengan saus santal kental yang telah dimasak dengan daun pandan dan larutan tepung beras. Masaknya cukup dengan mengukus dalam daun pisang selama kurang lebih 30 menit hingga matang.

Terbungkus dengan daun pisang, kue mento  mengeluarkan aroma dan citarasa tersendiri. Bumbu dan rempah  berpadu sempurna dengan saus  santan kental dan aromatik yang dikeluarkan daun pisang. Hasilnya, cita rasa gurih yang bertahan cukup lama di lidah.

Penganan yang kadang disebut nagasari ayam ini biasanya disajikan di saat kumpul keluarga atau arisan. Di kala musim hujan  seperti ini, mento pas dipadankan dengan secangkir minuman hangat.

Kue mento sendiri disebut-sebuat berasal dari Keraton Jepara (Kerajaan Kalinyamat). Tak hanya suwiran ayam, kue bongko mentho asal Jepara biasanya ditumis bersama dengan soun dan jamur kuping atau merang  yang dicincang halus.

Tak hanya Jawa Tengah, kue bongko mento  pun cukup dikenal di berbagai daerah di Jawa Timur. Bahkan beberapa literatur juga menyebutkan kue ini berasal dari kawasan Madura. Di Madura, mento juga dikenal sebagai takjil di bulan Ramadhan.

 

Penulis: Riyani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *