Wirda Hanim, Sang Penyelamat Batik Tanah Liat

Bagi Anda yang pernah berkunjung ke Sumatera Barat pasti selalu membawa buah tangan berupa keripik sanjai, miniatur jam gadang, atau rendang. Namun tahukah anda ternyata di Sumatera Barat juga memiliki batik yang bisa dijadikan cinderamata saat berkunjung ke sana.

Batik khas Minangkabau biasa disebut dengan Batik Tanah Liat atau Batik Tanah Liek. Corak dan warnya tidak berbeda jauh dengan batik yang ada di Pulau Jawa. Namun sebagai peninggalan warisan budaya, asal muasal Batik Tanah Liat hingga sekarang belum diketahui.

Baca juga:
Kayanya Motif Batik Sumatera Barat
Tiga Langkah Krusial Dalam Membuat Batik Cap

Keberadaan dan geliat Batik Tanah Liat mulai diketahui serta berkembang pesat sejak 1994. Wirda Hanim merupakan orang yang mempopulerkan Batik tanah Liat hingga kini bisa menembus pasar internasional. Wanita kelahiran Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat ini mengenalkan Batik Tanah Liat melalui galerinya di Jalan Sawahan Dalam, Kota Padang.

Batik Tanah Liek bisa berkembang sampai saat ini bermula ketika Wirda menyaksikan upacara adat di kampung halamannya pada 1993. Saat itu, dia melihat kain yang dikenakan datuk dan bundo kanduang tampak kusam serta sebagia robek karena lapuk dimakan usia.

Karena kain yang dikenakan itu unik, Wirda pun mencari informasi tentang kain tersebut. Ternyata kain  Batik Tanah Liat yang sudah tidak lagi diproduksi sejak tahun 1970-an.

Terdorong untuk menjaga Batik Tanah Liat dari kepunahan, Wirda pun berusaha memproduksi batik tersebut. Setelah mencoba menelusuri bahan dasar hingga motif yang ada di Batik Tanah Liek, Wirda tak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Dia hanya mendapatkan informasi Batik Tanah Liat dipengaruhi juga budaya Tiongkok.

Kemudian pada Tahun 1995, dia pun pergi ke Yogyakarta untuk belajar membatik di kota tersebut. Namun baru dua hari, Wirda memutuskan kembali ke Padang dan melakukan eksperimen sendiri untuk membuat Batik Tanah Liat. Menghabiskan modal yang cukup besar usaha Wirda mencari warna dan motif Batik Tanah Liat pun baru berhasil setelah 10 tahun.

Berkat perjuangan Wirda, kini Batik Tanah Liek menjadi terkenal dan banyak dijadikan cinderamata oleh para wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Barat. Selain itu, Wirda juga mendapatkan penghargaan Upakarti dari Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada 2006 silam.

Saat ini di galerinya Wirda menjual berbagai macam motif Batik Tanah Liek seperti motif jam gadang, rangkiang, rumah gadang, air mancua Lembah Anai, kucing lalok dan motif jembatan Siti Nurbaya. Bagi Anda yang ingin mendapatkan Batik Tanah Liat ini bisa mendapatkannya dengan harga Rp 80.000 sampai Rp 500.000.

 

Penulis : Atung Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *