Mengabadikan Budaya Kretek dalam Batik Kretek

Apa yang Anda pikirkan saat mendengar kata kretek? Pasti pikiran langsung tertuju dengan kata rokok kretek. Terlepas dari pro kontra di masyarakat, kita perlu mengakui kalau rokok kretek merupakan salah satu tradisi dan budaya masyarakat Indonesia.

Produk budaya inipun oleh masyarakat Kudus diwujudkan ke dalam sebuah batik yang bernama Batik Kretek.

Seperti halnya rokok kretek, batik ini juga berasal dari Kudus, Jawa Tengah yang terletak di wilayah Pantai Utara Pulau Jawa. Tak ayal, Batik Kretek termasuk dalam salah satu khasanah Batik Pesisir.

Sebelum adanya Batik Kretek, Kudus yang kurang dikenal dalam industri batik tercatat sudah memiliki jenis batik dengan nama Batik Kudus. Ciri-ciri khusus pada Batik Kudus yakni Babaran Langgar Dalem dan Babaran Kerjasan yang senada dengan warna Menara Kudus berupa soga tembelekan atau coklat kehijauan.

Baca juga:
Suramnya Masa Depan Batik Kudus
Darimana Kata “Kretek” Berasal?

Dalam sejarahnya, Batik Kudus merupakan salah satu media penyebaran agama Islam pada masa Wali Songo.

Namun dalam beberapa tahun terakhir dan mengikuti perkembangan zaman, motif Batik Kudus pun mulai dipengaruhi oleh industri kretek yang memang berkembang pesat di Kudus. Kota Kudus memang dikenal sebagai penghasil rokok kretek terbesar di Indonesia dan banyak pabrik rokok kretek disana.

Salah satu pengusaha batik asal Kudus, Ummu Asiyati pun mengembangkan motif kawung kretek, kretek, dan rokok kretek.

Kawung Kretek merupakan perpaduan motif bunga kawung dengan cengkeh serta daun tembakau. Sedangkan motif kretek mengadopsi bentuk daun tembakau dan cengkeh.

Untuk motif rokok kretek, perajin menggabungan lukisan daun tembakau, cengkeh, rokok, dan penggiling rokok tradisional. Ketiga motif buatan pengusaha asal Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kudus ini dibuat menggunakan teknik batik tulis dan cap.

Selain motif Batik Kretek buatan Ummu Asiyati, ada juga para pengusaha yang membuat motif alat pembuat kretek dan logo perusahan rokok. Bahkan, beberapa perusahan rokok di Kudus meminta dibuatkan batik untuk seragam karyawan pabrik mereka.

Kota Kudus sendiri memang tidak dapat dipisahkan dengan kretek. Selain rokok kretek ditemukan pertama kali di Kudus, pabrik kretek pertama juga tumbuh di sini.

Sehingga sangat wajar motif kretek yang termasuk dalam Batik Kudus menjadi ikon karena motif batik biasanya memang menceritakan kehidupan masyarakat setempat dan kretek merupakan sudah mendarah daging bagi masyarakat Kudus.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan motif Batik Kretek bisa membelinya dengan harga yang cukup terjangkau. Untuk motif Batik Kretek cap dijual dengan harga Rp 80.000 hingga Rp 550.000 per potong. Sedangkan untuk batik tulis harga termurahnya mulai dari Rp 400.000 per potong.

 

Penulis : Atung Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *