Tenun Baduy Mulai Naik Pamor, Masyarakat Lebak Makin Makmur

Suku Baduy yang berada di Kabupaten Lebak, Banten memang amat memikat. Banyak orang ingin mengetahui soal cara hidup mereka yang ‘terasing’ dan jauh dari teknologi modern.

Tak cuma cara hidup, tapi juga alat hidup, termasuk pakaian suku Baduy menarik perhatian para wisatawan. Salah satu yang digemari masyarakat luar Baduy adalah tenun khas Baduy. Sayangnya, kehidupan mereka yang tertutup, terutama pada suku Baduy Dalam, membatasi mereka untuk menjual kain itu, apalagi ke masyarakat luar.

Baca juga:
Seba Baduy, Tradisi Berjalan Kaki Warga Kanekes Temui Kepala Pemerintah Daerah
Bagaimana Cara Mengenakan Kain Tenun Tanpa Harus Memotong?

Untuk memfasilitasi mereka yang berminat membeli tenun itu, warga di sekitaran perkampungan Baduy yang berperan menjadi perajin dan penjualnya.

Menurut Neng (40), salah satu perajin tenun Baduy, dalam beberapa bulan belakangan ini pihaknya kewalahan melayani permintaan masyarakat akan tenun Baduy. Menurutnya, tenun Baduy memiliki keunikan yang amat berbeda dengan tenun pada umumnya.

Selain karena keunikannya, pamor tenun Baduy mulai naik manakala beberapa desainer fesyen kenamaan menjadikan tenun itu sebagai bahan dasar karya mereka.

Kain khas Baduy itu biasa dibuat oleh para ibu rumah tangga di sela-sela mengerjakan pekerjaan rumah. Untuk membuat sehelai kain tenun berukuran 32 meter persegi rata-rata dibutuhkan waktu sekitar satu minggu.

Selain menjual kain, wisatawan juga bisa mendapatkan tenun yang sudah dijahit menjadi pakaian jadi. Hargany berkisar antara Rp 70 ribu hingga Rp 400.000.

Menurut penenun, meroketnya popularitas tenun Baduy ini membawa berkah tersendiri bagi warga lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *