Tak Banyak yang Tahu, Rokok Kretek Awalnya Dianggap Obat

Kesampingkan dulu urusan bahaya-tidaknya merokok. Pinggirkan juga soal manfaat maupun mudaratnya. Tak akan habis kita bertengkar soal pro-kontra rokok, apalagi rokok kretek. Satu hal yang pasti, rokok kretek merupakan warisan bangsa, bagian dari budaya Nusantara.

Indonesia sendiri mengenal beragam jenis rokok dari ratusan tahun lalu. Ada yang namanya klobot yang menggunakan kulit jagung, ada juga ico yang asli Bugis, atau rokok kawung. Kita akan bahas itu di lain waktu. Satu rokok yang terus digemari hingga detik ini adalah rokok kretek.

Baca juga:
Ngelelet, Antara Kopi, Batik dan Rokok dari Lasem

 

Rokok kretek punya sejarah yang panjang. Walau banyak versi cerita soal asal usul rokok kretek, namun satu versi yang cukup kuat ditulis oleh Budiman dan Onghokham dalam bukunya yang berjudul “Hikayat Kretek”.

Tidak banyak yang tahu jika awalnya rokok kretek justru ditemukan untuk membebaskan orang dari sesak napas dan sakit di bagian dada.

Dalam catatan Budiman dan Onghokham tersebutlah nama Hadji Djamhari. Warga asli Kudus ini pada suatu hari merasakan sakit di bagian punggungnya. Untuk mengurangi rasa sakit yang telah lama ia derita itu, Djamhari mencoba untuk mengoleskan minyak cengkeh di bagian punggung dan dadanya.

Setelah diolesi minyak cengkeh, ia merasa rasa sakitnya berkurang. Selanjutnya, ia tidak lagi mengoleskan minyak cengkeh, melainkan mengunyah cengkeh secara langsung. Hasilnya ternyata jauh lebih baik.

Tak puas sampai di situ, Hadji Djamhari membuat eksperimen dengan merajang cengkeh kering dan beberapa rempah lainnya sampai halus kemudian mencampurnya dengan tembakau dan dibuat untuk merokok.

Hasilnya luar biasa. Djamhari merasakan sakit di dadanya hilang seketika.

Berita ini tersebar di kalangan teman-teman Djamhari. Kawan-kawannya itu memintanya untuk membuatkan rokok yang sama. Awalnya, masyarakat sekitar menyebut rokok ciptaan Djamhari sebagai Rokok Cengkeh.

Suara terbakarnya cengkeh, rempah, dan tembakau yang oleh masyarakat Jawa disebut “kretek…kretek…” atau “kumeretek” itulah yang kemudian menjadi asal muasal sebutan Rokok Kretek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *