Darimana Kata “Kretek” Berasal?

Rokok. Sebuah kata yang amat sensitif di telinga masyarakat. Isu-isu soal kesehatan, hingga pencemaran udara mengebul bersama tiap hembusan asapnya.

Terlepas dari pro dan kontra yang berkembang di masyarakat, kita sebagai bangsa Indonesia perlu berbangga lantaran salah satu jenis rokok yang dikenal di dunia merupakan produk yang amat Indonesia. Namanya rokok kretek.

Baca juga:
Mengenal Tari Kretek, Tarian Khas Pembuat Rokok di Kudus
Ngelelet, Antara Kopi, Batik dan Rokok dari Lasem

Rokok kretek tidak memiliki padanan dalam bahasa asing manapun. Kalau Anda berada di Brazil misalkan, nama rokok yang dicampur dengan cengkeh dan beberapa rempah lain itu ya Rokok Kretek. Begitu juga saat Anda berjalan ke Selandia Baru, kretek ya kretek.

Sebenarnya darimana asal nama “kretek” sendiri? Menurut catatan sejarah, kata “kretek” berasal dari suara terbakarnya tembakau yang bercampur dengan cengkeh. Orang Jawa menyebut suara bakaran itu dengan “Kumeretek” atau “kretek…kretek…”.

Suara kumeretek itu akan makin terdengar saat perokok menghisap dalam-dalam rokok kretek kesayangannya.

Tak jarang bara yang terbakar saat rokok dihisap melompat, terbang, dan menempel di pakaian si perokok. Maka perhatikan orang-orang yang celananya ada bekas bakaran kecil, bisa dipastikan ia adalah perokok kretek sejati.

Suara bakaran ini tidak mungkin dijumpai saat kita membakar rokok khas orang barat, atau biasa disebut rokok putih. Rokok putih dibuat dengan tembakau tapi tanpa menggunakan campuran rempah-rempah khas Nusantara.

Omong-omong, dari mana pula asal kata “rokok putih”? Konon, di era 1920-an British America Tobacco, pemilik nama dagang Lucky Strike, Dunhill, dan Pall Mall membuka pabrik pertamanya di tanah Jawa. Saat itu, masyarakat menyebutnya sebagai rokok orang putih, alias bule, alias orang Barat. Jadilah hingga saat ini rokok yang kata perokok sejati sebagai rokok paling enteng itu disebut Rokok Putih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *