Wisata ke Kampung Batik Itu Biasa, Bagaimana dengan Wisata di Perkampungan Pembuat Canting?

Sebagai Kota Batik, Pekalongan sudah pasti mempunyai banyak tujuan wisata yang berhubungan erat dengan budaya batik. Tidak hanya disuguhi wisata belanja dengan banyaknya pusat penjualan batik, pelancong yang datang ke Pekalongan juga dapat mengunjungi kampung-kampung budaya yang kental dengan nuansa batik .

Di antaranya adalah Kampung Batik Kauman dan Pesindon, serta Kampung Canting Landung Sari. Canting sebagai media pelekat malam pada kain adalah alat utama dalam membatik. Ada dua jenis canting dalam membuat batik yaitu canting tulis dan canting cap.

Di Kampung Canting Landung Sari pengunjung tidak disuguhkan atraksi para pembatik sedang memproduksi karyanya. Di kampung ini para wisatawan justru disuguhi atraksi para perajin yang sedang membuat canting.

Baca juga:
Mengintip Indahnya Batik Kuno di Museum Batik Pekalongan
Pengusaha Batik Belanda di Pekalongan ini Embrio Batik Pekalongan

Ada beberapa workshop pembuatan canting di kawasan ini. Perajin canting menyediakan alat batik untuk banyak pembatik, baik di Pekalongan maupun daerah lain seperti Jakarta, Cirebon, dan Yogyakarta.

Kampung Canting Landung Sari terletak sekitar 15 menit dari Stasiun Kereta Pekalongan dan hanya 5 menit dari jalur Pantura. Di kampung ini, pengunjung dapat melihat keuletan perajin canting dalam menyusun lempengan tembaga menjadi canting yang dibuat dalam rumah-rumah penduduk.

Ada sekitar 22 pembuat canting yang tersebar di beberapa gang jalan di Kampung Canting Landung Sari. Salah satu pembuat canting cap yang merupakan pelopor pembuatan canting adalah Sekar Jagad milik Faisol Rizal. Dia mewarisi pekerjaan almarhum bapaknya Tarohim. Nama itu cukup legendaris di kalangan pembatik Pekalongan.

Di workshop Sekar Jagad, wisatawan dapat melihat proses pembuatan canting dari awal hingga akhir. Pembuatan canting cap memakan waktu 1 hingga 2 minggu, tergantung kerumitan motif. Harga satu buah canting berkisar dari Rp 500.000 hingga Rp 1.000.000.

Dalam sebulan, workshop ini dapat memproduksi 25 canting dengan memanfaatkan 7 orang pegawai. Saat ini Sekar Jagad tengah membangun sebuah galeri pamer bagi wisatawan agar dapat menyaksikan betapa uniknya teknologi canting.

Sekar Jagad juga menawarkan pelatihan pembuatan canting dengan tarif sekitar Rp 400.000 per orang.

Kampung canting ini selain menyediakan canting untuk para pembatik juga membuat canting sebagai suvenir. Beberapa canting tulis disusun sedemikian rupa lalu kemudian diberi figura sangat cantik sebagai hiasan dinding. Canting cap juga sangat indah sebagai hiasan dinding yang menonjolkan ragam motif batik Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *