Sudah Coba Segarnya Soto Kemiri Khas Pati?

Sebagian besar daerah di Jawa mengenal soto sebagai kuliner khas yang menyegarkan. Sebut saja soto semarang, soto kudus, ‎soto sokaraja, dan aneka soto lainnya, dengan ciri khas masing-masing daerah.

Di Pati, terdapat soto kemiri yang menjadi kuliner khas Bumi Mina Tani tersebut. Salah satu gerai Soto Kemiri khas Pati adalah milik Lasdi Tarzan yang berlokasi di deretan komplek cucian mobil, Jalan Kembang Joyo, Desa Gembleb, Pati, Jawa Tengah.

Baca juga:
Mampir ke Kafe Unik di Malang dengan Latar Indahnya Pemandangan Sawah
Ini Dia 5 Oleh-Oleh Unik yang Harus Diborong Saat ke Lombok

Soto kemiri memang memiliki tampilan dan cita rasa khas yang berbeda dari soto lainnya.‎ Tidak ada topping suiran daging ayam, hanya ada tauge dan bawang goreng. karena daging ayamnya disajikan sebagai lauk terpisah, dengan potongan yang lumayan besar.

Warna kuah soto kemiri sedikit keruh kekuningan, dan beraroma rempah. Lah tersebut lantaran terdapat campuran santan dan kunyit dalam bumbu kuah soto ini.

Warung Soto Kemiri milik Lasdi memang tak jarang menjadi rujukan bagi mereka yang ingin merasakan segarnya semangkuk soto kemiri.

Lasdi yang kini berusia 67 tahun sudah berjualan soto kemiri sejak awal tahun 1970-an. “Awalnya jualan di dekat pertigaan pabrik Garuda sana, pakai pikulan. Setelah beberapa tahun, tepatnya pada 1979, pindah dan menetap di sini,” tutur Lasdi.

Walau sudah lama berjualan soto kemiri, namun Lasdi juga tak tahu secara persis sejarah dari soto kemiri. Meski begitu, menurutnya terdapat beberapa versi cerita asal-usul soto memiri.

Salah satu versi menceritakan bahwa kuliner soto kemiri merupakan ‎kudapan khas para pekerja tempo dulu untuk bersantap siang. Pada masa itu masyarakat yang tak mampu membeli daging sapi, ayam atau daging lainnya untuk pelengkap soto.

Guna melengkapi kekurangan itu, masyarakat kemudian mencampurkan kemiri ke dalam bumbu soto sebagai pengganti sensasi rasa gurih kaldu.

Versi lainnya, kuliner ini mulai muncul di Dukuh Kemiri, Desa Sarirejo, Kecamatan/Kabupaten Pati karena wilayah ini dulunya merupakan hutan rempah, berupa kemiri. Menurut Lasdi, memang kebanyakan penjual kuliner soto kemiri khas Pati berasal dari Dukuh Kemiri seperti dirinya.

“Sekarang, soto kemiri khas Pati tak hanya digemari oleh kalangan rakyat, pejabat juga ‎yang suka,” ujarnya.

Tak heran, lanjut Lasdi, saat terdapat acara jamuan makan di Pendopo Kabupaten Pati, soto kemiri menjadi salah satu menu yang wajib dihidangkan, bersamaan dengan kuliner khas Bumi Mina Tani lain yang juga melegenda.

Menurut seorang karyawan di warung soto kemiri milik Lasdi, warung ini ramai dikunjungi pelanggan, terutama pada saat jam makan siang. Dalam sehari warung soto kemiri tersebut bisa menjual sekitar 300-400 mangkuk.

Harga satu porsi soto kemiri pun sangat terjangkau, hanya Rp 4.000. Sementara, untuk aneka lauk, semisal, sayap, kepala, sempol, dada, kerongkong, dan aneka bagian ayam kampung lainnya dihargai antara Rp 3.000 – Rp 9.000.

 

Sumber: Kompas Travel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *