Bagaimana Canting Batik Cap Dibuat?

Canting batik cap mulai populer sejak awal 1900-an. Kehadirannya mengakomodir industri batik yang semakin meningkat. Banyaknya permintaan batik membutuhkan waktu produksi yang cepat. Dengan menggunakan canting cap, pembuatan batik relatif lebih cepat dibanding batik tulis.

Walau produksi batiknya menjadi lebih cepat, namun pembuatan canting cap sendiri membutuhkan daya kreasi dan ketelatenan tinggi. Belum lagi prosesnya lebih rumit dibanding pembuatan canting tulis.

Baca juga:
Tak Kalah Rumitnya Dengan Tulis, Begini Proses Batik Cap Tercipta
Batik Tulis dan Cap Itu Biasa! Batik Kuas Baru Luar Biasa

Canting cap terdiri dari beberapa bagian, yaitu Alas Motif, Ancak, Sliwer, dan Gagang. Alas motif adalah bagian berisi motif batik yang kemudian akan dipasang pada ancak sebagai landasannya. Sliwer adalah badan cap dan gagang adalah pegangan cap.

Ada beberapa langkah dalam membuat motif yang terdiri dari proses desain pada kertas dan pembuatan bagian-bagian cap tersebut di atas.

Pembuatan desain adalah proses menggambar motif pada kertas. Desain canting cap biasanya berukuran kecil, sekitar 18×18 cm hingga 30×30 cm. Motif batik cap kebanyakan berupa motif latar belakang, namun adapula yang berupa motif utama.

Untuk motif utama berukuran besar seperti motif boketan, motif dipecah menjadi beberapa bagian. Artinya, untuk satu motif rangkaian bunga bisa dibuat 3 canting cap.

Proses berikutnya adalah membuat ancak dan alas motif. Ancak dibuat terleih dahulu dengan menyesuaikan bentuk motifnya. Kemudian motif dibuat dengan cara memotong lempengan tembaga membentuk motif klowongan (outline) dan isen-isen (elemen pengisi). Motif tersebut dirangkai dan digabungkan dengan ancak memakai teknik patri pijar.

Setelah ancak selesai, perajin canting cap akan membuat Sliwer dan Gagang. Sliwer dibuat berdasarkan ukuran motif memakai material tembaga ataupun seng. Kemudian bagian sliwer dan gagang digabungkan dengan alas motif dan ancak yang sudah jadi dengan teknik patri pijar dan ikatan kawat. Sampai tahap ini bentuk canting cap sudah terlihat.

Proses berikutnya adalah membenamkan bagian motif ke cairan gondorukem (getah pohon pinus), lalu dijemur hingga mengeras. Setelah itu, bagian motif digosok dengan memakai kikir atau gergaji agar permukaan motif rata. Jika bagian motif sudah rata, gondorukem akan dilelehkan dengan cara direbus dan dibakar sehingga getah pohon pinus terlepas dari canting batik cap.

Pembuatan canting cap ini membutuhkan waktu 1-2 minggu, tergantung kerumitan dan ukuran motif. Harga jual canting cap berkisar IDR500.000 sampai IDR1.000.000. Pembatik cap bisanya mempunyai belasan hingga puluhan cap dengan berbagai motif yang dapat dikombinasikan satu sama lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *