9 Fakta Unik Tentang Batik yang Wajib Kamu Ketahui

Batik merupakan warisan nenek moyang bangsa Indonesia yang telah ada sejak dulu kala. Batik merupakan seni menggambar di atas kain sehingga membentuk pola-pola yang indah.

Karena unik dan sangat melegenda, pada enam tahun silam, tepatnya tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO pun menetapkan Batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Makanya jangan heran kalau tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Baca juga:
5 Fakta Menarik Seputar Sejarah Batik yang Wajib Kamu Tahu
Tak Jelasnya Sejarah Batik Tiga Negeri

Seiring berkembangnya zaman dan semakin meningkatnya permintaan pasar terhadap batik, banyak sekali bermunculan berbagai macam kerajinan yang terbuat menggunakan batik, mulai dari tas, kaos, sweater hingga sepatu. Jenis dan coraknya pun semakin variatif dan kreatif sehingga batik pun dapat diterima berbagai kalangan dan memungkinkan dipakai untuk acara formal dan non-formal.

Berikut merupakan 9 Fakta unik tentang batik yang wajib kamu ketahui.

Sejarah Nama Batik

Kata “Batik” itu sebenarnya berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa, yakni “amba”, yang bermakna “menulis” dan “titik” yang bermakna “titik”. Jika kedua kata tersebut digabungkan, maknayang terkandung adalah menulis titik-titik ‘indah di atas kain’.

Teknik Pembuatan Batik

Batik merupakan salah satu motif indah pada kain. Teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam atau lilin bertujuan untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing.

Diawali huruf ‘N’

10 dari 11 proses pembuatan batik selalu diawali dengan huruf “N”. Mulai dari Nyungging (membuat pola motif batik di atas kertas), Njaplak (memindahkan pola dari kertas ke kain), Nglowong (melekatkan malam di kain dengan canting sesuai garis pola), Ngiseni (memberi motif isian atau isen-isen pada motif yang sudah dilekatkan dengan malam), Nyolet (mewarnai motif bunga atau burung dengan kuas), Mopok (menutup bagian yang dicolet dengan malam).

Tahap ini diiringi dengan nembok atau menutup bagian dasar kain yang tidak perlu diwarna, Ngelir (melakukan proses pewarnaan kain secara menyeluruh), Nglorod (merupkan proses pembilasan yang dilakukan dua tahap. Di pertengahan dan akhir.

Caranya dengan merendam kain di air mendidih), Ngrentesi (memberikan titik menggunakan canting berjarum tipis), Nyumri (menutup bagian tertentu dengan malam), Nyoja (mencelupkan kain dengan warna coklat atau sogan.

Warisan Budaya Dunia (UNESCO)

UNESCO telah menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009. Tidak mudah memang untuk meraih predikat tersebut. Dalam prosesnya banyak kendala menghadang, terutama pembuktian bahwa batik benar benar berasal dari Indonesia.

Mata Pencaharian Wanita Zaman Dulu

Batik merupakan kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya budaya Jawa) sejak dahulu kala. Para wanita Jawa di masa itu menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian.

Oleh karena itu, di masa lampau pekerjaan membatik merupakan pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya “Batik Cap” yang memungkinkan laki-laki terjun pada bidang ini.

Pengenalan Pertama Kali

Batik ini pertama kalinya diperkenalkan kepada dunia pada masa kepemimpinan Soeharto sebagai presiden RI, yang pada waktu itu ia memakai batik pada Konferensi PBB.

Motif Dan Corak

Motif dan corak batik berbeda-beda pada setiap daerah. Biasanya masyarakat di setiap daerah mengakomodasi corak dar ragam flora dan fauna. Batik saat ini dibedakan menjadi dua, yakni batik tradisional dan batik modern.

Batik tradisional masih menggunakan motif berfilosofis yang umumnya mencerminkan daerah pembuatan. Batik tradisional cenderung berwarna gelap, putih, atau coklat kehitaman. Sedangkan untuk motif batik modern tidak bermakna simbolik dan cenderung berwarna bebas seperti ungu, biru, kuning, dan warna lainnya.

Konfrontasi dari Pihak Asing

Potensi perkembang yang sangat besar di pasar internasonal menjadikan batik diburu sebagai budaya endemik negara tertentu. sebelum diakui UNESCO, Malaysia sempat memasukkan batik sebagai warisan leluhur mereka.

Fashion Dunia

Desainer Indonesia pun berlomba-lomba untuk menyajikan batik sebagai trand fashion yang modern. Mereka pun mulai mengenalkan batik ke dunia internasional melalui event-event fashion. Keindahan coraknya juga dikenalkan melalui berbagai ajang, salah satunya Miss Universe. Perancang batik terkemuka asal Indonesia salah satunya adalah Annie Avantie.

 

Sumber: awas-aja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *