Mengintip Sepotong Kisah Kelam Indonesia di Lubang Buaya

Beralih dari pemandangan alam yang indah atau udara yang sejuk, kali ini catatan wisata kami akan berkunjung ke salah satu Museum Nasional yang ada di Jakarta.

Wisata sejarah ke Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya ini terletak di kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur dengan harga tiket masuk yang relatif murah hanya sekitar Rp 2.500 per orang. Museum Pancasila Sakti buka setiap Selasa hingga Minggu pada pukul 8 pagi hingga jam 4 sore. Ingat, jangan datang hari Senin, karena museum ini pasti ditutup untuk umum untuk perawatan berkala.

Baca juga:
Kisah Sabotase Rempah Maluku yang Dikuasai VOC oleh Poivre
Menjelajahi Taman Arkeologi Peninggalan Kolonial Belanda di Teluk Jakarta

Lalu apa saja yang bisa disaksikan di museum yang bertema utama Pemberontakan PKI ( Partai Komunis Indonesia) atau yang lebih akrab dengan sebutan G30S PKI itu?

Pertama- tama, pastikan kamu menyempatkan diri untuk menyaksikan Monumen Pancasila Sakti yang berupa Garuda Raksasa dengan tujuh pahlawan Revolusi yang gagah berani, yaitu Brigjen Soetoyo Siswomiharjo, Brigjen DI Panjaitan, Mayjen R. Soeprapto, Letjen A. Yani, Mayjen MT Haryono, Mayjen S. Parman dan Lettu Pierre A. Tendean.

Di bagian bawah sosok patung tersebut terdapat sebuah diorama yang menceritakan sekilas tentang hari berdarah tanggal 30 September 1965.

Selanjutnya, pengunjung akan dibawa kembali ke momen-momen yang cukup menakutkan. Diorama yang menunjukkan tentang perlakuan kejam PKI kepada para Jenderal TNI, seperti pemukulan, penyiksaan, penyeretan, dan kekerasan lainnya akan menimbulkan rasa ngeri dan kasihan.

Di bagian luar terdapat Serambi Penyiksaan, tempat dimana beberapa jenderal ditawan dan disiksa sebelum akhirnya dikuburkan ke dalam sebuah sumur tua.

Sumur Lubang Buaya juga tampak dengan dekorasi penerangan cahaya merah yang cukup seram. Sumur dengan diameter 75 cm dan kedalam 12 m ini menjadi saksi bisu malam bersejarah dan tempat peristirahatan yang tidak layak untuk para pahlawan revolusi.

Sebagai catatan tambahan, diorama dan cerita penyiksaan para Jenderal ini sekarang menuai pro dan kontra. Banyak pihak yang menyangsikan kekejaman PKI itu. Gerakan 30S/PKI juga di kemudian hari ditentang banyak pihak.

Acara jalan- jalan di wilayah Museum Pancasila Sakti bisa dilanjutkan ke rumah tua yang konon dipergunakan oleh para pemberontak sebagai markas komando. Di luar benar atau tidaknya peristiwa tersebut, desain dan perawatan museum ini patut diacungin jempol karena masih tampak banyak sekali perabot dan pernak-pernik yang masih otentik layaknya pada tahun 1960-an.

Pastinya kamu juga akan disuguhkan dengan sejarah lengkap seperti kronologis sejarah kelam bangsa Indonesia secara detail. Ada pula foto- foto pajangan yang berkaitan dengan peristiwa tersebut, termasuk pajangan mobil dan truk bekas peninggalan jenderal-jenderal Indonesia.

Berwisata di Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya memang cukup mengesankan. Walaupun banyak menuai kontroversi dan tidak seramai dahulu, tetapi kunjungan ini pasti akan memberikan nilai manfaat dan sekaligus pengetahuan sejarah yang penting bagi kehidupan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *