Batik Indonesia Percantik Museum Tekstil George Washington University

Bulan Oktober menjadi bulan yang amat spesial bagi Indonesia, sebab seperti diketahui bersama, tahun 2009 lalu Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan UNESCO menganugerah titel warisan budaya dunia untuk batik Indonesia. Tanggal 2 Oktober pun ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional

Beragam acara digelar untuk memperingati hari bersejarah ini. Tidak cuma di Indonesia, perayaan Hari Batik Nasional bahkan digelar hingga Amerika Serikat. Museum Tekstil George Washington University menggandeng Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) menggelar kuliah umum dan pameran batik di museum itu.

Baca juga:
Inilah Batik Kebumen, Batik Indonesia yang Bersahaja
Menelisik Batik Lewat Peta Batik Indonesia

Untuk membawakan kuliah umum dan memperkenalkan batik Indonesia, KBRI mengajak desainer Helen Dewi Kirana, pemilik brand Batik NES.

Di kesempatan itu Helen membawa desain batik terbarunya yang menggunakan motif Piring Selampad. Motif Piring Selampad sendiri berasal dari Cirebon yang mengambil inspirasi dari artefak piring-piring porselen yang ada di Astana Gunung Jati, Cirebon.

Piring-piring yang berusia ratusan tahun itu merupakan peninggalan pedagang-pedagang dan kaisar Tiongkok yang pernah mendarat di Cirebon. Saat itu, mereka memberikan piring kepada Sultan Cirebon sebagai cinderamata.

“Piring selampad punya sejarah dan cerita yang cukup dalam,” ujarnya. Orang Barat sendiri tertarik akan produk-produk budaya yang memiliki nilai sejarah yang unik.

Selain mempresentasikan dan memamerkan karyanya, Helen juga didapuk untuk memberikan tips-tips soal batik, mulai dari tips menggunakan pakaian batik. Para pengunjung pameran juga berkesempatan untuk mendapat hadiah batik Piring Selampad secara gratis.

Museum Tekstil George Washington University sendiri memiliki puluhan koleksi kain batik yang berasal dari Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *