Putera Berdarah Indonesia Garap Batik di Singapura

Wiro (27) awalnya ingin menjadi pilot. Sayang, cita-citanya pupus karena tak ada jalan untuk bekerja di maskapai impiannya. Tapi ia memiliki cita-cita lain. Ia ingin menjadi pengusaha.

Wiro memiliki darah Indonesia yang kuat. Sanak saudaranya rata-rata juga tinggal di Indonesia. Namun, Wiro sendiri sudah lahir dan dibesarkan di Singapura.

Baca juga:
Warga Singapura Tiru Bolu Gulung Batik Khas Indonesia
Erwin Sosrokusumo Konsisten Geluti Batik Tulis Sampai ke Luar Negeri

Walau tidak pernah memiliki kontak langsung dengan produsen-produsen batik, namun pria yang pernah bekerja sebagai supir Uber ini memiliki ketertarikan khusus dengan seni batik, khususnya batik Jawa dan Minangkabau.

Tahun 2016 lalu ia memantapkan hatinya untuk mempelajari batik lebih dalam. Butuh waktu tujuh bulan untuk mengembangkan idenya lewat bendera Batique. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana memodernisasi batik yang selama ini memiliki kesan kuno.

Menurut pria yang juga bekerja sebagai pelayan restoran ini, masalah terbesar batik bukan terletak pada motifnya, melainkan bagaimana menyajikan motif dalam pakaian yang bergaya modern.

Awalnya, ia memproyeksikan modal sebesar 30 ribu Dolar Singapura. Namun, di Geylang Ramadhan Festival, tempat pertama kali Batique memamerkan produknya, Wiro ternyata hanya membutuhkan 15 ribu Dolar Singapura.

Dengan dua orang rekan kerjanya, Wiro memulai Batique dengan fokus produk batik untuk pria. Namun karena derasnya permintaan, di tahun 2017 ini Batique mulai memproduksi pakaian batik untuk wanita juga.

Wiro mengaku, untuk pemasarannya ia memfokuskan diri pada pemasaran online. Ia percaya jika produk yang dijual fantastis, maka produk itu akan memasarkan dirinya sendiri. Selain itu, hingga saat ini Batique banyak mendapat order dari referensi orang-orang yang puas dengan order sebelumnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *