Mengintip Indahnya Batik Kuno di Museum Batik Pekalongan

Kota Batik Pekalongan terkenal dengan slogan “World’s city of Batik”, dan menjadi salah satu Kota dalam Jaringan Kota Kreatif Dunia UNESCO pada tahun 2015. Batik Indonesia sendiri telah diakui menjadi Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO pada tahun 2009.

Dan perlu diketahui pula, ada satu tempat yang juga telah mendapat penghargaan UNESCO sebagai pelestari budaya batik yaitu Museum Batik Pekalongan.

Museum Batik Pekalongan adalah satu-satu nya museum di Indonesia yang meraih sertifikat UNESCO predikat “Best Practice”, atau institusi pelestari budaya batik melalui pelatihan membatik terutama untuk kalangan pelajar.

Museum Batik Pekalongan mempunyai koleksi batik hingga 1200 kain, dan memamerkan hingga 100 kain batik yang selalu berganti setiap tahunnya. Kain-kain batik yang ditampilkan tentunya sarat akan nilai budaya dan sejarah. Kain-kain tersebut dipamerkan di tiga ruang pamer dimana masing-masing mempunyai tema-tema khusus.

Ruang Pamer 1 bertemakan Batik Tradisional, yang menampilkan batik Yogyakarta dan Surakarta atau yang dikenal sebagai Batik Pedalaman. Batik di ruang ini disusun berdasarkan tradisi seremonial Budaya Jawa yang meliputi daur hidup manusia (dari dalam kandungan hingga meninggal). Ruang Pamer 2 bercerita tentang pekembangan budaya batik, dimana menampilkan ragam Batik Pesisiran dan Batik Nusantara.

Di ruangan ini dapat dilihat kesemarakan dan kekayaan budaya Indonesia dan akulturasi budaya asing yang tercermin dalam corak motif batik. Ruang Pamer 3 adalah ruang temporer dimana tema dan koleksi berganti setiap 3 sampai 4 bulan. Beberapa tema yang pernah diangkat adalah: Batik Masterpiece Pekalongan, Motif Pagi Sore dan Terang Bulan, dan pernah pula menampilkan hasil lomba desain baju batik.

Tak cuma bisa melihat, para pengunjung juga bisa mempraktekkan secara langsung bagaimana membuat batik tulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *