Rumah Toweren yang Terlupakan Oleh Masyarakat Aceh

Masyarakat sekitar menyebutnya dengan nama Rumah Toweren. Seperti namanya, rumah adat ini terletak di desa Toweren, Kecamatan Lut Tawar, Aceh. Masyarakat Aceh juga biasa memberi nama rumah ini dengan sebutan Umah Pitu Ruang.

Tak banyak yang tahu soal keberadaan rumah adat ini. Namun, menurut catatan sejarah rumah Toweren dibangun pada masa Raja Jalaluddin yang memiliki gelar Reje Baluntara Toweren.

Baca juga:
Membuat Rumah Lebih Indah dengan Cap Batik
Menelusuri Jejak Gotong Royong Pada Tradisi Angkat Rumah di Maros

Awalnya atap rumah memakai bahan ijuk, namun kemudian diganti menjadi kayu. Pada masa penjajahan Belanda, rumah ini berfungsi sebagai rumah induk tempat tinggal raja dan keluarganya.

Rumah adat itu saat ini hanya tinggal satu yang dijaga oleh seorang juru kunci. Letaknya terpencil, berada di tengah sawah dan kebun. Tak seperti fungsi asalnya, saat ini rumah Toweren hanya berdiri membisu tanpa ada kegiatan apapun di dalamnya.

Sungguh disayangkan memang. Namun, kondisi rumah itu cenderung masih baik. Dinding, atap, dan semua pintu serta jendela masih kokoh berdiri. Hanya saja bagian dapur yang asli telah tiada. Menurut penjaga rumah, dapur asli telah terbakar sejak lama.

Desain Rumah Toweren dipenuhi dengan ukiran khas melayu, seperti awan berarak, tali berpilin, bunga, dan sulur-suluran. Di beberapa bagian rumah, ukiran itu diberi warna hitam, kuning, dan dan merah. Warna-warna itu dipilih sesuai kepercayaan masyarakat lokal.

Warna hitam melambangkan bumi. Maksudnya, warga Aceh Tengah sangat terbuka terhadap para pendatang. Mereka yang bertamu ke Toweren dianggap saudara tanpa membedakan asal mereka.

Warna merah sendiri melambangkan keberanian. Warna ini biasa digunakan oleh para panglima perang Toweren saat hendak menghadang musuh. Sedangkan warna kuning dipercaya sebagai warna khas kerajaan, sehingga tidak sembarang orang boleh mengenakannya.

Jumlah Rumah Toweren yang amat langka ini tidak terlepas dari peraturan Raja saat itu yang tidak memperbolehkan warganya untuk membangun rumah yang sama dengan rumah Raja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *