Pewarna Sintetis dan Pencemaran Lingkungan

Seiring dengan perkembangan zaman, warna sintetis mulai banyak dipakai sejak awal 1900-an. Warna sintetis tersebut banyak diimpor dari Eropa dan menambah ragam warna batik. Industri batik yang saat itu berkembang pesat didaerah pesisir semakin mengikuti permintaan pasar baik motif maupun warna-warna yang terang, banyak ragam, dan menarik.

Keunggulan dari warna sintetis adalah banyaknya ragam warna yang bisa dihasilkan, warna yang cerah, serta tidak mudah luntur dan pudar. Sejak saat itu batik mulai menunjukkan banyak variasi warna. Salah satu pembatik Indo Eropa, Eliza Van Zuylen juga kerap bermain dengan warna pastel yang pada zamannya masih jarang dipakai.

Baca juga:
Orang Belanda Ini Jatuh Cinta Akan Batik
Ini Dia Kelebihan dan Kekurangan Pewarna Alami

Batik keturunan Tionghoa juga banyak menampilkan warna-warna cerah. Tidak ketinggalan batik Djawa Hokokai gaya pagi sore juga sering menampilkan 6 sampai 7 warna dalam satu kain batiknya.

Hingga kini warna sintetis adalah yang paling banyak dipakai dalam batik. Namun hal ini membuat masalah baru yaitu dampak negatifnya bagi lingkungan. Limbah warna sintetis membutuhkan penanganan khusus agar tidak mencemari lingkungan.

Warna batik tidak hanya sekedar membuat batik menjadi menarik, namun warna-warna tersebut juga mempunyai makna simbolis. Batik pedalaman yang berwarna coklat melambangkan kerendahan hati.

Warna coklat adalah warna tanah yang selalu mengingatkan akan asal muasal kita. Warna hitam adalah tentang kewibawaan. Warna putih mengenai kesucian. Warna biru adalah kedamaian. Masyarakat Tionghoa juga mempunyai pengartian sendiri dalam memaknai warna batik. Warna merah adalah warna kemenangan dan keberuntungan. Warna biru tentang pembaharuan dan kedukaan. Begitupula dengan warna putih yang selalu dikaitkan dengan kematian.

Demikianlah sekelumit tentang warna batik yang sekiranya dapat membantu anda dalam memilih batik. Jika anda suka warna cerah carilah warna sintetis. Namun jika ingin warna yang unik dan terkesan klasik, pilihlah warna alami. Harga warna alami lebih mahal dari warna sintetis. Walau demikian anda akan mendapat nilai keunikan dan berperan serta dalam pencegahan pencemaran alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *