Tenyata Banyak Penginapan Nyaman di Sekitar Candi Borobudur

Kalau ingin menikmati seluruh keindahan dari Candi Borobudur memang tidak cukup bila hanya memaksimalkan waktu sehari penuh. Anda membutuhkan waktu lebih dari sehari untuk mendapatkan semua panorama mengagumkan dari bangunan warisan dunia yang terletak di Magelang, Jawa Tengah.

Namun Anda tidak perlu bingung untuk mencari penginapan, karena saat ini sudah tersedia banyak rumah tinggal atau homestay yang dibangun oleh masyarakat di sekitar cagar budaya dunia itu.

Salah satunya adalah kampung homestay di Dusun Ngaran II, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang yang berjarak tidak lebih dari 1 kilometer dari Komplek Taman Wisata Candi Borobudur (TWC) ke arah selatan.

Baca juga:
Candi Borobudur, Mengagumi Karya Leluhur Nusantara
Jalan-jalan ke Candi Pawon, Kurang Afdol Kalau Belum Minum Kopi Luwak

Untuk akses ke kampung ini bisa dijangkau dengan naik delman/dokar, sepeda kayuh, sepeda motor, mobil, atau cukup berjalan kaki sembari menikmati keindahan alam Desa Borobudur. Hampir semua rumah warga menyediakan homestay dengan fasilitas yang beragam.

Ketua Paguyuban Kampung Homestay Ngaran II, Muslih menyebut ada 25 homestay di kampung ini dengan total kamar 75 unit. Semua dibangun atas kesadaran pentingnya melayani wisatawan Candi Borobudur yang ingin lebih lama tinggal untuk menjelajahi seluruh keindahan yang dimiliki Candi tersebut.

“Awalnya kami hanya menyediakan ojek saja, sementara wisatawan sering kesulitan kalau menginap. Kami menangkap peluang itu, kami berinisiatif menyediakan kamar untuk disewakan,” ujar Muslih saat ditemui di sela peresmian kampung Homestay Ngaran II, Borobudur, Sabtu (23/9/2017).

Seiring berjalannya waktu, homestay di kampung tersebut banyak peminatnya. Warga pun terus melakukan pengembangan dengan berbagai fasilitas tambahan. Menurutnya, wisatawan saat ini tidak hanya ingin sekadar menginap tetapi juga mendapat edukasi, mengenal budaya setempat dan berbaur dengan masyarakat.

Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, yakni berkisar antara Rp 75.000 – Rp 600.000 per kamar. Wisatawan juga bisa menyewa seluruh rumah dengan harga Rp 300.000 – Rp 1 juta per unit. Harga tersebut sesuai dengan fasilitas yang ditawarkan, misalnya kamar dengan AC, WiFi, air panas, dan sebagainya.

Muslih yakin geliat pariwisata di sekitar Candi Borobudur akan terus berkembang. Lalu, dukungan pemerintah sendiri menjadi hal penting perkembangan pariwisata. Ia sangat mengapresiasi upaya pemerintah yang turut memperbaiki infrastruktur, memberikan pembinaan dan lainnya.

Tidak hanya homestay, Kepala Desa Borobudur, Suherman mengatakan bahwa desa yang ia pimpin itu ke depan juga akan membangun rest area di lapangan Kujon Borobudur dan destinasi wisata alternatif. Seluruh pengembangan ini diharapkan akan mendukung target pemerintah untuk mendatangkan sekitar 2 juta wisman ke Candi Borobudur pada 2019 mendatang.

Sumber: kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *