Bagaimana Merawat Batik Ala Museum Batik Pekalongan

Museum Batik Pekalongan adalah sebuah institusi pelestari budaya batik. Hingga kini museum mempunyai sekitar 1.200 kain batik. Museum mempunyai 3 ruangan pamer yang memamerkan 100 kain, dan dilakukan pergantian setahun sekali.

Satu ruangan adalah ruangan temporer, dimana tema dan kain batik diganti setiap 3-4 bulan. Selain itu, ada ruang storage sebagai tempat penyimpanan koleksi yang tidak dipamerkan. Kain batik yang disimpan museum adalah kain yang mempunyai nilai penting, baik itu sejarah maupun budaya.

Secara umum, koleksi kain museum berumur lebih dari 50 tahun. Kain-kain tersebut kemudian dipamerkan untuk fungsi-fungsi tertentu seperti memberi edukasi, informasi, rekreasi budaya, dan lainnya yang terkait pelestarian budaya batik di masyarakat. Untuk itu, museum batik harus dapat menjaga keutuhan dan kualitas kain agar selalu layak untuk disajikan kepada masyarakat.

Baca juga:
Belajar Membatik di Museum Batik Pekalongan
Belajar Batik di Universitas Pekalongan

Untuk penyimpanan dan perawatan koleksi kain, ada bagian khusus yang menangani, yaitu Bagian Koleksi dan Konservasi. Bagian ini melakukan penangan secara preventif dan kuratif. Preventif artinya upaya menjaga agar koleksi terhindar dari kerusakan ataupun hal yang tidak diinginkan lainnya. Kuratif artinya upaya penanganan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.

Ruangan adalah tempat yang sangat krusial yang mempengaruhi kualitas kain. Suhu ruangan ideal harus dibawah 24 C. Kelembapan juga harus dijaga tidak boleh melewati 55%. Dan apabila dipamerkan menggunakan lampu, kekuatan lampu tersebut harus ada dibawah 50 lux.

Untuk mengukur suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya, Museum Batik menggunakan Ullyseec 4 in one. Sementara untuk menjaga ruangan, museum menggunakan Air Conditioner, Dehumidifier, silica gel (untuk penyimpanan dalam lemari), arang bambu, dan pengaturan sirkulasi aliran udara.

Tidak cuma sampai di situ. Pengunjung pun dibebani beragam aturan saat bertandang ke museum ini. Tujuannya tak lain agar kain yang sudah berumur puluhan, bahkan ratusan tahun tetap terjaga dengan baik. Apa saja aturan itu? Baca ini.

2 Comments Add yours

  1. Johne189 says:

    I’m pleased that I seen this website, precisely the proper information that I was trying to find! edbcdbcekdab

    1. admin says:

      Hi Johne189,
      It’s glad to hear that 🙂 Thank you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *