Kopi Kawa Daun yang Unik dan Asing di Telinga

Warung kopi. Nama itu begitu lekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Tapi, pernahkah mendengar warung kopi kawa daun?

Sebagian masyarakat Indonesia tentu masih asing dengan sebutan warung kopi kawa daun. Tapi apabila Anda menjelajahi kawasan Batusangkar hingga Bukittinggi, Sumatera Barat, Anda dapat dengan mudah menemukan warung kopi kawa daun.

Baca juga:
Ini 5 Daerah Penghasil Kopi Terbaik di Indonesia
Menyaring Kopi dengan Kain Tenun Gedong, Apa Rasanya?

Apa sebenarnya kawa daun itu?

Kopi kawa daun tidak menggunakan biji kopi sebagai bahan utama penyeduhan. Layaknya teh, kopi ini diseduh langsung dari daun kopi. Rasanya pun tidak jauh berbeda dengan seduhan dari biji kopi, plus terdapat rasa sepat.

Menurut penuturan warga lokal, kopi kawa daun sudah dikenal sejak jaman penjajahan Belanda. Lantaran semua biji kopi harus dijual ke Belanda dan kepada para bangsawan, rakyat jelata akhirnya harus menggunakan kreatifitas yang lebih untuk bisa merasakan kopi yang mereka tanam.

Mereka mencoba untuk menyeduh daun kopi layaknya daun teh.

Foto: http://kopitop.com

Layaknya biji kopi, untuk mendapatkan rasa kawa daun yang terbaik, daun teh harus berasal dari pohon kopi yang terbaik pula. Selain itu, bentuk dan warna daun juga sangat diperhatikan.

Untuk menghasilkan rasa kopi yang pekat, pedagang menggunakan daun kopi berwarna kekuningan. Daundaun itu biasanya daun tua yang sudah hampir jatuh ke tanah.

Tidak cuma cara menyeduhnya yang unik. Cara penyajiannya pun tidak lazim. Bukannya menggunakan gelas, hampir semua pemilik warung kopi kawa daun menggunakan batok kelapa untuk menyuguhkan kawa daun. Alasannya, agar rasa kopi tetap terjaga dengan baik.

Proses pengolahan daun kopi juga tak kalah rumitnya. Daun pilihan harus dikeringkan dahulu di atas sinar matahari selama kurang lebih satu jam. Setelah itu pengeringan dilanjutkan di atas wajan.

Proses pengeringan tidak boleh langsung dilakukan menggunakan wajan karena hasil seduhan akan pahit.

Tidak cuma masyarakat sekitar yang menggemari kopi unik ini. Menurut penuturan salah satu pedagang kawa daun, banyak turis asing yang jatuh cinta saat pertama menyeruput kopi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *