Sungai Air Hitam, Destinasi Wisata Eksotis Perbatasan Kalimantan Utara

Air yang mengalir di sebuah sungai yang terletak di wilayah perbatasan Kecamatan Seimenggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara ini berwarna hitam. Karena kondisi tersebut, warga sekitar menamakan sungai yang terletak di Desa Tabur Lesatari Blok 17 tersebut dengan nama Sungai Hitam.

Aliran air Sungai Hitam berasal dari sebuah mata air yang membentuk kolam berukuran kira-kira 15 meter persegi. Selain dari mata air tersebut, sejumlah aliran sungai yang berhulu dari kawasan hutan dataran tinggi juga turut menyumbang volume air di kolam sungai air hitam.

Baca juga:
Menikmati Sufring di Atas Pasir, ya Cuma di Gumuk Parangkusumo
Menelusuri Jejak Sakral Ritual Tiwah di Kalimantan Tengah

Terdapat 2 kolam besar yang menjadi hulu Sungai Air Hitam. Kolam pertama yang berukuran lebih dari 15 meter persegi terlihat tenang dan begitu dalam. Kolam kedua memiliki luas sekitar 20×30 meter dengan dasar kolam bervariasi. Ada beberapa bagian dasar kolam yang dangkal sekitar 30 centimeter dan ada pula beberapa bagian kolam memiliki palung yang cukup dalam.

Pengunjung menjadikan kolam kedua itu sebagai tempat untuk menikmati segarnya air Sungai Hitam dengan berenang. Dari kolam ini, aliran sungai hitam akan menyusuri turunan dari batu alami yang membuat undakan sebanyak 7 buah undakan.

Undakan bersusun tersebut menyerupai air terjun mini dengan tinggi kurang lebih setengah hingga satu meter setiap undakan. Air hitam yang mengalir menyusuri undakan memberikan sensasi suara gemericik yang cukup menenangkan.

Jatuhnya air pada setiap undakan juga memberikan pemandangan yang cukup memukau sehingga sangat cocok untuk diabadikan dengan kamera. Di lokasi ini biasanya para pengunjung sering melakukan selfie dengan latar belakang air terjun 7 susun.

Walaupun terlihat hitam pekat dalam sungai, sejatinya air Sungai Hitam ini sangat bening ketika kita ambil dengan tangan. Tanggapan dari beberapa masyarakat yang mengunjungi destinasi pariwiasata tersebut, air yang hitam berasal dari pengaruh batubara.

Karena mata air Sungai Hitam menurut mereka berada di lokasi batuan batubara dan tak jauh dari lokasi sungai terdapat sebuah lokasi tambang batubara yang cukup besar. Namun demikian, belum ada penelitian yang menjelaskan penyebab air Sungai Hitam berwarna hitam pekat. Tapi yang jelas, air tersebut tidak beraroma khas batubara.

Sayangnya untuk menuju destinasi wisata ini tidak mudah dan cukup jauh. Karena lokasinya terletak di wilayah perbatasan Indonesia – Malaysia dan cukup sulit untuk mencari kendaraan, mengingat tidak ada kendaraan reguler yang melayani rute ke wilayah tersebut.

Dari Ibukota Kabupaten Nunukan, travellers harus menyeberang ke Dermaga Sebakis di Kecamatan Seimenggaris menggunakan speedboad yang harus dicarter. Jika menunggu speedboad reguler, biasanya harus menunggu 3 atau 5 jam baru berangkat. Jika penumpang tidak memenuhi satu speedboad, keberangkatan terpaksa baru bisa dilaksanakan esok hari.

Dari dermaga speedboad di Kecamatan Seimenggaris pengunjung masih membutuhkan transportasi ojek untuk menuju lokasi Sungai Hitam. Biasanya ada saja warga setempat yang menawarkan diri untuk menjadi pengojek jika ada yang membutuhkan jasa ke Sungai Hitam. Dari Dermaga Sebakis masih harus menempuh sekitar 1,5 jam perjalanan untuk sampai ke lokasi.

Perjalanan dari Dermaga Sebakis hingga jalan setapak menuju Sungai Hitam masih berupa jalan tanah yang di beberapa bagian dipastikan rusak dan becek karena yang melalui jalan tanah tersebut merupakan truk besar pengangkut buah sawit.

Jika cuaca turun hujan saat kita menuju ke Sungai Hitam, dipastikan pengunjung akan kesulitan mencapai lokasi karena jalanan dipastikan becek dan licin.

Penting untuk dicatat, jika Anda berencana melakukan perjalanan ke Sungai Hitam, Anda harus memikirkan tempat bermalam. Karena di perbatasan Kecamatan Seimenggaris tidak tersedia hotel maupun penginapan.

Tapi jangan khawatir, warga di Kecamatan Seimenggaris cukup ramah kepada para pengunjung. Biasanya mereka dengan suka rela akan menawarkan rumahnya untuk menjadi penginapan sementara meskipun dengan layanan ala kadarnya.

Untuk menuju ke lokasi Sungai Air Hitam pengunjung juga harus melalaui jalan setapak menuruni bukit sejauh kurang lebih 500 meter. Pada sisi kanan dan kiri aliran Sungai Hitam masih terdapat pepohonan hutan yang begitu menyejukkan.

Dari lokasi kolam Sungai Hitam menuju beberapa sungai kecil yang berhulu di kawasan hutan dataran tinggi memang masih berupa kawasan hutan. Namun sepanjang aliran Sungai Hitam hingga menuju ke hilir di Sungai Sebuku, hampir seluruhnya merupakan kawasan perkebunan sawit.

 

Sumber: Kompas Travel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *