Teori-Teori Hadirnya Batik di Indonesia

Siapa orang Indonesia yang belum punya batik? Atau siapa yang belum pernah pakai batik? Saya rasa semua orang di Indonesia setidaknya memiliki 1 baju batik di lemari pakaian masing-masing. Namun, saya yakin tidak semua orang yang memiliki batik tahu bagaimana batik itu muncul atau dari mana batik berasal.

Nah, di tulisan ini, saya akan memberikan sedikit gambaran mengenai sejarah munculnya batik di Indonesia berdasarkan berbagai sumber. Disimak ya!

Baca juga:
Menyeruput Teh Sambil Mengintip Sejarah Jakarta di Pantjoran Tea House 
Tak Jelasnya Sejarah Batik Tiga Negeri

Tentu kita tahu, batik merupakan adat istiadat turun temurun dari leluhur kita. Batik juga merupakan warisan budaya nasional. Namun, bagaimana ya mereka tahu bagaimana cara membuat batik? Apakah mereka menemukan sendiri caranya, atau mereka belajar dari orang asing yang singgah di Indonesia? Ada banyak sekali pandangan dan teori mengenai sejarah munculnya batik di Indonesia.

Jenis batik pertama yang diungkapkan dalam sejarah adalah batik tulis, di mana teknik ini telah muncul pada jaman kerajaan majapahit (Abad 13). Para peneliti mengungkapkan bahwa batik merupakan simbol kebangsawanan kerajaan, sehingga mereka menganggap pada hal ini batik merupakan bentuk kesenian khas dari kerajaan-kerajaan di Jawa pada masa itu terutama Majapahit.

Selain itu, teori lain mengatakan bahwa batik ada berasal dari Flores, Papua dan Maluku yang pada saat itu tidak terpengaruh oleh agama Hindu namun tidak terekspos oleh sebagian besar peneliti.

Terdapat teori yang mengungkapkan bahwa batik sudah ada sebelum kerajaan majapahit berdiri, yaitu pada jaman kerajaan sriwijaya (Abad ke-7). Hal ini diungkapkan oleh Prof. M. Yamin dan Prof. Dr. R.M. Sutjipto Wirjosuparta.

Ada teori lain, hal ini diungkapkan oleh G. P. Rouffaer bahwa batik dikenal sebelum abad 13. Hal ini didukung dengan ditemukannya arca Prajnaparamita di Kediri, Jawa Timur yang menggunakan pakaian yang polanya menyerupai batik dengan corak tumbuhan dan bunga-bunga. Selain itu, diungkapkan pula bahwa corak ini hanya bisa dibuat dengan menggunakan alat yang bernama canting. Sehingga pada masa ini, dianggap pula sebagai masa ditemukannya alat pembuat batik tulis yaitu canting.

Hal lain yang diungkapkan mengenai batik ini sendiri adalah asal mula teknik batik itu sendiri. G.P. Rouffaer juga mengungkapkan bahwa teknik ini sudah ada di India selatan yang kemudian dibawa ke Indonesia melalui perdagangan, cara yang sama bagaimana agama Hindu masuk ke Indonesia, terutama di Jawa. Menurutnya, teknik ini ada sejak abad 6 – 7 di India selatan.

Masih ada teori lain loh, bahwa batik bukan asli berasal dari Indonesia. Mengingat teknik batik ini adalah teknik pewarnaan kain menggunakan malam. Banyak penemuan-penemuan yang mengungkapkan bahwa teknik ini telah ada di beberapa negara. Misalnya di Mesir, teknik ini sudah ada pada abad ke-4 sebelum masehi. Teknik ini digunakan untuk mumi. Lalu pada abad 6 – 7 selain di India Selatan, juga terdapat teknik pewarnaan di Jepang dan Cina.

Dari sekian banyak teori, untuk saat ini kita masih bisa menganggap bahwa pusat persebaran batik yang terekam oleh sejarah ada di pulau Jawa. Batik sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti menulis titik. Jika kita perhatikan teori-teori tadi, batik booming di Jawa mulai pada abad ke 13. Hal ini merupakan titik mula bahwa batik menjadi bagian dari warisan sejarah Indonesia yang kemudian terus menyebar ke seluruh pelosok negeri. Hingga munculnya berbagai macam corak batik seperti sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *