Pakaian Batik Itu Biasa, Bagaimana dengan Kursi Kerja Batik?

Masih dalam suasana kemerdekaan, tak cuma desainer pakaian batik yang merilis produk khusus hari kemerdekaan, desainer sofa pun tak mau kalah.

Desain apik terbaru ini datang dari Levendig Interior & Architecture yang menggandeng SOGO Department Store, Batik Chic, dan Mario Photographie. Dalam ajang pamernya di Jakarta, Senin (28/8/2017) lalu, Levendig Interior & Architecture merilis 12 kursi kerja yang bertema “Pranoto Mogso”.

Pranoto Mongso, atau biasanya ditulis juga Pranata Mangsa merupakan sistem penanggalan Jawa. Pranata Mangsa pertama kali diterapkan pada tahun 560 SM.

Baca juga:
Batik “Aku Pancasila. Aku Indonesia” untuk Hari Kemerdekaan Indonesia
Sambut Hari Kemerdekaan, Elemwe Rilis Batik Merah Putih

Ke-12 kursi kerja itu dibubuhi motif batik yang berbeda. Motif batik diambil dari beberapa wilayah di Indonesia, seperti batik Kujang dari Bogor, Batik Ceplok Grompol dari Yogyakarta, Batik Ciliwung Marunda dari DKI Jakarta, Batik Merak Ngibing dari Garut, Batik Carica dari Wonosobo, Batik Mega Mendung dari Cirebon,  Batik Babon Angrem Riningan dari Solo, Batik Banyumasan dari Purwokerto, Batik Asem Tugu dari Semarang, Batik Jalak Harupat dari Bandung, Batik Ikan Sura dan Buaya dari Surabaya, dan Batik Tugu Malang dari Malang.

Levendig Interior & Architecture tidak menggunakan bahan katun atau bahan kain batik lainnya. Mereka lebih memilih sebuah bahan yang mirip silk. Alasannya, agar kain kursi tidak cepat rusak.

Soal perawatan pun terbilang mudah. Kursi ini hanya butuh dilap dengan busa dan tidak perlu dicuci karena kursi akan mudah rusak jika kena air.

Sayangnya, kursi kerja batik dibuat dengan printing, sehingga tidak melewati proses membatik yang sebenarnya. Bukan tanpa alasan, pihak Levendig Interior & Architecture mengatakan, teknik ini dipakai agar warna dari motif itu tidak mudah berubah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *