Batik Asli Ngawi Melenggang di London

Koleksi kain tradisional yang ada di pelosok nusantara Indonesia masih menjadi andalan karya karya desainer Lia Afif untuk di eksplorasi pada  busana hijab rancangannya. Kali ini Lia membawa koleksi batik rancangannya ke Kota London.

 Di sela persiapan fashion show ke London Lia yang secara kreasi desainer memang sudah tak diragukan lagi baik dari sisi potongan maupun pemilihan warna  dan  bahan yang digunakan. Beberapa kali ia juga memadukan desain busana hijab ini dengan kain tradisional daerah.

Kini kain Batik Ngawi yang ia pilih menjadi sebuah koleksi yang patut untuk di pertunjukkan pada  level international. “Tema rancangan kali ini adalah Djatiswara Dahana,” ujar Lia.

Menurutnya Djatiswara berasal dari kata djati yang merupakan nama pohon, swara,  asal kata bahasa Jawa  yang artinya  suara, atau sesuatu yang dianggap sebagai perkataan dan dahana asal kata dari Bahasa Sansekerta yang artinya api “Djatiswara dahana diartikan sebagai api atau semangat yang muncul dari karakter pohon Djati yang kuat, tangguh, dan cantik,” ulasnya.

Gaun yang mengekplorasi kain Batik Ngawi ini lebih terlihat mewah, setelah Lia memberikan motif bordir yang menyesukan dengan  motif dari kain batik itu sendiri. Dibagian tengah alumnus Arsitektur ITS ini memberikan potongan secara vertikal dari pinggang hingga ke bawah, menjadikan gaun muslim terlihat anggun.

Sementara di bagian depan dan samping ia menambahkan detil berupa manik manik dan batuan swaroski, agar detilnya makin terlihat glamor.  Begitu pula agar lebih senada ia juga memasang batu-batuan ini di hijabnya. Masalah desain sepertinya sudah  tak perlu diragukan lagi,  untuk desain  Lia membuat  padu padan Batik Ngawi yang unik dengan warna- warna tanah atau warna natural yang cantik.

Ia merangkai warna warna seperti warna biru muda  dengan motif kain Batik Ngawi  menjadi sebuah  keindahan busana yang akan membawa semangat kekuatan yang indah dalam setiap kesempatan. “Motif dan desain ini sekaligus menonjolkan kemewahan dan keindahan wanita pemakai busana ini,” jelasnya.

Sengaja Lia memilih tone warnanya dengan mengambil warna yang tidak dominan di kain batik, seperti warna biru, selain itu alasan agar tidak cepat bosan dengan kain batik ini juga menjadi inspirasi untuk memilih warna biru.

Warna biru kata Lia secara khusus adalah terkonsep victorian style, degan cutting yang lebih moderen. Menjadikan busana ini  teman istimewa untuk menghadiri acara acara formal, yang membuat para wanita pemakainya menjadi lebih anggun dan agung.

Yang menjadi ciri khas dari desainer Lia Afif ini adalah selain pada kekuatan warna dan rancangan yang ia buat, desain dari Lia juga terletak pada bahan yang digunakan seperti bahan chiffon, cerutti, duches, strect dan taveta.

Sumber: Jawapos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *