Open Pit, Menelusuri Jejak Pertambangan Timah di Belitung Timur

Timah memang bukan hal yang asing di pulau Belitung, terutama kota Belitung Timur. Sebab, keberadaan tambang yang memiliki nomer atom 50 ini sangat melimpah di kota ini. Bahkan saat masa penjajajahan, pemerintah kolonial Belanda tak mau ketinggalan untuk mengeksploitasi.

Keberadaan PT Timah yang kini sudah tidak beroperasi menjadi saksi sekaligus bukti bahwa Belitung pernah berjaya dalam sumber daya alam. Seiring ditutupnya operasi PT Timah Belitung tahun 1997, kini kita hanya bisa bisa menyaksikan sisa-sisa kegiatan eksplorasi tambang yang ada.

Baca juga:
Ternyata Belitung juga Punya Batik, Lho!
Inilah Beripat Beregong, Seni Bela Diri Khas Belitung

Salah satu tempat eksplorasi tambang timah di Belitung yang bisa kita saksikan adalah Open Pit.

Open Pit sebagai salah satu lokasi ekplorasi pertambangan timah terbesar di Belitung menarik untuk ditelusuri. Di sini kita tidak hanya bisa mendengarkan sejarah dari pertambangan timah dari pemandu wisata. Panorama bekas galian tambang yang ada membuat lokasi ini nampak mempesona.

Di Open Pit, kita bisa menjumpai sebuah danau eksotis dengan airnya yang berwarna hijau tosca. Danau inilah yang dahulu kala menjadi sumur timah andalan Belitung.

Danau ini semakin terlihat elok dengan keberadaan batuan cadas di sekitar danau. Selain itu di kawasan Open Pit pengunjung juga bisa menjumpai sebuah gua dan beberapa flora langka, seperti kantong semar, kramunting, anggrek hutan serta pakis-pakisan.

Di sekitar area Open Pit yang berada di Bukit Ki Karak ini pengunjung bisa mendapati bangunan bersejarah Stoven.

Stoven adalah menara yang dulu digunakan sebagai tungku smelter timah. Karena pertambangan timah sudah tidak lagi beroperasi, maka menara Stoven yang sudah ada sejak tahun 1925 ini pun tak lagi difungsikan.

Untuk menuju Open Pit yang berada di Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung tidaklah mudah. Sebab, lokasinya berada di sebuah bukit dengan jalan yang menanjak. Saat sudah tiba di Open Pit pengunjung tidak disarankan untuk msauk ke dalam gua dan berenang di danau karena amat berbahaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *