Inilah Beripat Beregong, Seni Bela Diri Khas Belitung

Jika sedang berlibur ke Pulau Belitung jangan hanya sekedar mengunjungi obyek wisata pantainya saja. Sebab di Pulau Laskar Pelangi ini Anda juga bisa menyaksikan petunjukan menarik bernama Beripat Beregong.

Beripat Beregong adalah sebuah seni bela diri khas Pulau Belitung yang memiliki riwayat panjang sejak zaman Kerjaaan Badau.

Baca juga: 
Ternyata Belitung juga Punya Batik, Lho!
Asyiknya Snorkeling dan Selfie Bawah Air di Air Terjun Gurok Beraye

Seni bela diri Beripat Beregong juga memiliki legenda unik, yakni kisah seorang gadis yang akan dipersunting banyak pria. Karena banyaknya pria yang akan meminang sang gadis desa itu, maka para pria bersepakat untuk mengadakan pertandingan bela diri yang kemudian dikenal dengan Beripat Beregong.

Dalam Beripat Beregong, para pemainnya akan melakukan pertarungan dengan menggunakan alat dari rotan. Pertandingan ini dipimpin oleh seorang juri yang biasa disebut “Juru Pisah”.

Para pemain Beripat Beregong akan bertarung dengan berusaha memukul bagian punggung lawannya. Dalam Beripat Beregong memang ada peraturan lawan tidak boleh memukul bagian pinggang ke bawah dan juga kepala.

Pemenang pertandingan ini ditentukan oleh seorang pencatat jumlah pukulan dari pemain yang paling sedikit mendapat pukulan di punggung.

Meskipun ada adu pukul dan pertarungan, pemain tidak boleh menaruh dendam satu sama lain. Sebab dalam sebuah pertandingan terdapat aturan bahwa tidak boleh ada pria yang akan bertarung yang berasal dari kampung yang sejalan. Beripat Beregong digelar justru untuk mempererat hubungan antar kampung.

Selain sebagai tontonan yang menarik, Beripat Beregong juga menyimpan hal unik yang tak masuk di akal. Normalnya, punggung pemain pasti terasa sakit karena pukulan rotan. Namun rotan pemukul lebih dahulu diberi air mantera, sehingga mereka tidak merasakan sakit saat bertanding.

Rasa sakit dari pukulan rotan baru terasa ketika para pemain sudah pulang ke rumah masing-masing.

Sebagai salah satu seni pertunjukan, Beripat Beregong memang selalu memukau dan mengundang daya tarik bagi wisatawan. Sayangnya, sekarang seni bela diri ini sudah mulai jarang digelar.

Sebab utamanya adalah pendirian Balai Peregongan yang merupakan arena pertandingan dengan tinggi 6-7 meter. Tidak hanya itu, beberapa alat musik seperti serunai, gong, kelinang, tawak-tawak, gamelan, dan gendang juga harus diangkat ke atas Balai Peregongan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *