Belajar Membatik Sambil Menikmati Santapan Khas Indonesia

Warga urban seperti di Jakarta membutuhkan tempat yang dapat mengurangi penat dan beban kerja bersama pasangan,keluarga maupun teman Anda. Sebuah Kafe dengan nuansa yang menarik dan unik yang berada di kawasan Jakarta Barat ini layak untuk dicoba.

Namanya Kafe Batik Datulaya. Belokasi di kawasan Merau Zane Building, Meruya Utara Raya 3/9, Jakarta Barat memiliki konsep unik, yakni memadukan batik dan kuliner.

Konsep batik lantaran hobi dan ketertarikan pemilik kafe kepada batik terutama batik Banten.

Baca juga:
House of Raminten, Berkuliner dengan Nuansa Tradisional Yogyakarta
Yuk, Petik Apel Malang di Kusuma Agro

Kesan batik mulai tampak dari desain bagian luar kafe yang merupakan perpaduan antara seni dan kuliner menarik perhatian pengunjungnya. Pada sisi lain, bagian interiornya tertata baik dengan konsep yang unik dan apik.

Bagian dalam ruangan bernuansa Bali yang kental terdapat sebuah ruangan terbuka dengan hiasan dari batu dan kayu. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh sang pemilik yang menggabungkan nuansa khas Bali ke dalam konsep interiornya.

Nuansa Bali tampak pada batu-batu hiasan hingga para pekerja yang memasangnya didatangkan langsung dari Bali. Pada meja utama depan, terlihat pohon anggur Bali yang didatangkan dari daerah asalnya juga.

Menu makanan di Kafe Batik Datulaya ini terdiri dari berbagai menu Chinese food dan  menu nusantara. Andapun dapat menikmati pempek Palembang maupun rujak dengan bumbu asli yang di datangkan dari Jawa Tengah.

Adapun menu lainnya adalah es krim Ollino dengan berbagai pilihan rasa dan bentuk yang beragam mulai dari es krim potong yang menyerupai kue tart hingga bon-bon. Khususnya di wilayah Jakarta Barat, kafe batik  adalah satu-satunya kafe yang menyediakan es krim ollino yang merupakan produk home made dengan harga yang sangat terjangkau mulai dari Rp 16.500 per potongnya.

Yang membedakan kafe ini dengan kafe lainnya adalah tersedianya butik mungil  dengan koleksi baju-baju dan tas yang menggunakan sisa potongan kain hasil kreasi mahasiswa. Pemilik kafe memang sengaja  menyediakan tempat di kafenya untuk menampung beragam kasil karya mahasiswa hingga ibu-ibu PKK yang mengusung konsep daur ulang.

Kehadiran butik di tengah kafe ini memberikan nuansa yang berbeda, di samping pengunjung dapat menikmati sajian makanan dan minuman, pengunjung juga akan dimanja dengan beragam barang-barang unik dan langka di butik kafe Batik Datulaya.

Di sisi lain, terdapat sebuah ruangan kecil yang berkapasitas sekitar 20 tempat duduk, digunakan sebagai tempat untuk mempresentasikan batik khas Banten, dasar-dasar pembuatan batik, dan lain sebagainya. Adapula ruangan lain yang berada di bagian belakang untuk bengkel batik bagi mereka yang ingin belajar membatik.

Kafe ini juga menyediakan paket belajar membatik. Dalam paket itu, pesertanya akan diberikan teori soal batik dan praktek membatik di kain berukuran 30 x 30 meter, makan siang, es krim, serta souvenir unik.

 

Penulis : Atung Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *