BCA Luncurkan Buku Batik Pekalongan : Dari Masa ke Masa

Kota Pekalongan, Jawa Tengah merupakan salah satu sentra industri batik yang ada di Pulau Jawa selain Solo dan Jogja. Batik-batik yang berasal dari Pekalongan terkenal dengan sebutan batik pesisir dengan ciri khas warna terang dan banyaknya motif.

Perkembangan Pekalongan menjadi Kota Batik sendiri berawal dari abad ke-14 masehi, namun batik baru mengalami perkembangan pesat pada abad ke-18. Batik akhirnya menjadi bagian tak terpisahkan dalam sejarah perkembangan batik Indonesia.

Sebagai salah satu sentra industri batik, Pekalongan hingga saat ini mempunyai 12.475 unit Industri Kecil Menengah (IKM) batik yang mampu menyerap 88.670 tenaga kerja. Tersebarnya IKM di Pekalongaan menjadi alasan BCA menginisiasi peluncuran buku “Batik Pekalongan : Dari Masa ke Masa karya Budi Mulyawan”.

Pada bukunya, Budi Mulyawan menceritakan sejarah Batik Pekalongan dari tahun 1820 hingga 2009. Selain itu, dalam buku ini juga ada penjelasan mengenai wajah Batik Pekalongan dari masa ke masa.

“Saya berharap buku ini menjadi penyambung lidah para pengrajin ke masyarakat luas mengenai batik Pekalongan. Kalau ada buku, sejarah tidak hilang. Generasi yang akan datang, bisa terus membaca dan mempelajarinya. Bila sejarah hanya tersimpan di media lain seperti media sosial, itu masih bisa tercecer dan hilang,” kata Budi, seperti dikutip Kompas.com.

“Batik Pekalongan : Dari Masa ke Masa” ini juga sangat diharapkan bisa mengenalkan batik kepada masyarakat Indonesia. Batik yang sudah diakui UNESCO sebagai Budaya Tak Benda Warisan Manusia pada 2009 lalu, ironisnya masyarakat Indonesia belum terlalu mengenal kain warisan budaya tersebut.

Direktur Edukasi dan Ekonomi Kreatif, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Poppy Savitri mengatakan, meski sudah banyak dipakai banyak orang, ternyata pemahaman masyarakat tentang batik masih salah kaprah. Banyak dari mereka yang belum bisa membedakan kain batik dan kait tekstil bermotif batik.

Adanya buku karya Budi Mulyawan ini sangat diharapkan agar masyarakat bisa lebih mengetahui mana batik dan kain tekstil bermotif batik. “Kain batik hanya ada dua jenis yakni batik tulis dan batik cap. Kalau batik dengan metode cetak (print) itu bukan kain batik, tapi kain motif batik yang sebagian besar impor,” ungkapnya.

 

Penulis : Atung Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *