Batik Pecel yang Unik dan Menarik Asal Madiun

Pecel merupakan makanan dari sayur-sayuran dengan ditambahkan bumbu kacang sebagai sausnya. Makanan ini sendiri sangat khas dan berasal dari daerah Madiun , Jawa Timur. Kendati pecel merupakan sebuah sajian kuliner, ternyata pecel juga bisa menjadi kerajinan tangan yang khas dan unik.

Kerajinan tangan yang khas dan unik berkaitan dengan pecel yakni Batik Pecel asal Madiun, Jawa Timur. Batik Pecel sendiri merupakan buah kreasi dari salah satu perajin batik Sri Muniarti yang memang berasal dari Madiun. Awal pembuatan Batik Pecel memang terinspirasi dari kuliner khas salah satu kota di Jawa Timur tersebut.

Baca juga:
Menelisik Budaya Jambi Lewat Batik
Batik Bhinneka Tunggal Ika dari Startup Yogyakarta

Dalam motif Batik Pecel buatan Sri Murniati, bahan-bahan pembuat pecel seperti daun ketela, kembang turi sampai cabai diubah menjadi sebuah pola di atas kain. Pada Batik Pecel bisa dilihat adanya perpaduan pola antar sayuran yang terlihat indah serta menarik.

Selain itu, Batik Pecel buatan Murniati menggunakan pewarna alami yang sudah digunakan para perajin sejak dahulu kala. Setidaknya ada tiga media pengunci warna dalam karya batik Muniarti ini yaitu, tawas untuk memberikan warna lebih muda, enjet (larutan gamping) untuk warna sedang dan tunjung untuk memberikan warna yang lebih gelap.

“Kain harus berkali-kali dicelupkan untuk mendapatkan warna yang sesuai. Untuk motif pecel yang saya buat, perlu belasan kali penguncian warna,” kata Murniati seperti dikutip Jawapos.com.

Murniati tidak sengaja berkenalan dengan dunia batik. Saat itu Dinas industri dan Perdagangan Kota Madiun mengadakan pelatihan membatik, perempuan yang disapa Murni ini pun tak melewatkannya.  Tak disangka, di akhir pelatihan Murni bisa menempati urutan teratas penilaian membatik. Hal ini membuat dia kecanduan membatik dan ingn belajar lebih dalam lagi.

Pada medio 2011 hingga 2012, Murni lebih menggiatkan dirinya untuk belajar membatik secara langsung di Solo atau Yogyakarta. Di tempat terakhir itulah, Murni juga memperdalam pewarnaan alami batik mulai dari kayu tinggi sampai daun indigo.

 

Penulis : Atung Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *