Gelar Batik Nusantara 2017, Angkat Tema Pesona Batik dengan Warna Alam

Acara tahunan Gelar “Batik Nusantara 2017” telah diselenggarakan di Assembly Hall, Cendrawasih dan Main Lobby Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta pada tanggal 7 – 11 Juni 2017 lalu. Kegiatan yang telah menjadi agenda tahunan dari Yayasan Batik Indonesia Sekretarian (YBI) ini mengangkat tema “Pesona Batik Warna Alam”, agenda “Gelar batik Nusantara 2017” kali ini pun terbilang sukses.

Gelar Batik Nusantara (GBN) memang telah menjadi agenda rutin yang diadakan Yayasan Batik Indonesia Sekretarian (YBI) untuk mengembangkan dan juga mempromosikan batik dalam negeri. Penyelenggaraan Gelar Batik Nusantara ini bahkan telah dilakukan sejak tahun 1996.

Baca juga:
Jember Fashion Carnaval, Peragaan Busana di Tengah Kota yang Mendunia
Sulitnya Menjaga Keaslian Batik di Indonesia

Selain Yayasan Batik Indonesia Sekretarian (YBI), GBN 2017 juga didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation. Tema “Pesona Batik Warna Alam” untuk Gelar batik Nusantara 2017 ini dipilih karena dalam sejarahnya warna alam memang menjadi salah satu bagian terpenting dari sejarah perkembangan Batik Indonesia.

Riwayat penggunaan warna alami diawali dengan memanfaatkan keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia seperti daun, kulit kayu, bunga, buah dari berbagai tanaman yang ada. Pewarna alami batik merupakan bahan yang pertama kali diterapkan pada batik sebelum dikenal pewarna batik kimia ataupun pewarna sintetis.

Talkshow bertema pewarna alami pada batik di GBN 2017. Foto: dewimagazine.com

Beberapa bagian dari tanaman tertentu seperti Daun Indigo, Tegeran, Duwet, Kulit Pohon Mahoni, Daun Mangga, Tingi, Secang, Jambal dan lainnya adalah contoh beberapa bahan yang digunakan sebagai bahan pewarna alami. Namun seiring perkembangan zaman, pewarna alami akhirnya banyak tergantikan oleh pewarna kimiawi.

Pewarna alami jelas kalah populer ketimbang kimiawi atau sintetis lantaran dari pewarna kimia dan sintetis jauh lebih mudah, tidak membutuhkan pengolahan yang rumit. Dari sisi harga, pewarna alami juga jauh lebih mahal.

Pada event Gelar Batik Nusantara 2017, riwayat asal usul batik dengan segala kearifannya ini dicoba diangkat lagi agar tetap lestari dan juga mengembangkan batik Indonesia.

Sumber gambar :

  1. http://www.dewimagazine.com
  2. https://photo.sindonews.com
  3. https://photo.sindonews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *