Bagarakan Sahur, Tradisi Turun Temurun Sahur di Kalimantan Selatan

Sebagai bulan yang sangat bernilai bagi umat muslim, bulan Ramadhan menjadi bulan yang amat spesial bagi masyarakat Indonesia, termasuk bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Di daerah ini, masyarakat setempat memiliki kebiasaan menggelar Bagarakan Sahur.

Bagarakan Sahur adalah sebuah kegiatan, dimana para pemuda di Kalimantan Selatan akan berkeliling desa untuk membangunkan kaum muslim untuk makan sahur.

Baca juga:
Nyorog, Tradisi Masyarakat Betawi Jelang Ramadhan yang Terkikis Zaman
Munggahan, Tradisi Masyarakat Sunda Sambut Bulan Ramadhan

Dengan memukul alat sederhana, seperti besi-besi tua, gendang, seruling dan gong, para pemuda itu menghadirkan bunyi-bunyian berirama musik khas Banjar untuk membangunkan sahur warga sekitar. Terkadang mereka juga mendendangkan lagu-lagu rohani.

Dengan segala keterbatasan, Bagarakan Sahur kemudian menjadi sebuah hiburan tersendiri bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Bahkan pada tahun 1960-an sampai tahun 1970-an, Bagarakan Sahur menjadi hiburan yang selalu dirindukan warga ketika bulan Ramadhan tiba.

Irama yang dipukul dan muncul dari alat-alat yang dibawa para pemuda ini memang terdengar enak dan berirama. Tak ayal bila Bagarakan Sahur menjadi sebuah hiburan yang selalu memikat warga pada bulan Ramadhan. Bahkan karena kepopuleran Bagarakan Sahur, tak jarang kegiatan ini juga dijadikan festival khusus pada Bulan Ramadhan.

Cerita masuknya tradisi Bagarakan Sahur ke Kalimantan Selatan tidak jelas, karena tidak ada catatan yang mendokumentasikannya. Sebagian masyarakat percaya, tradisi ini muncul dari kehidupan kaum Melayu Islam yang masuk ke wilayah Kalimantan Selatan.

Suku Melayu Banjar pada zaman dulu memang sering akrab dengan kegiatan menyalakan lampu dari getah kayu damar. Lampu-lampu ini akan dipajang di pinggir jalan atau halaman rumah dari hari ke-21 puasa hingga menjelang lebaran.

Dari kegiatan inilah kemudian menghadirkan Bagarakan Sahur yang berlangsung berlangsung sampai sekarang secara turun temurun. Kegiatan Bagarakan Sahur bisa jadi memiliki kesamaan dengan kebiasaan membangunkan sahur di tempat lain. Tapi di Kalimantan Selatan, kegiatan membangunkan sahur ini dilakukan dengan menyesuaikan diri pada keterbatasan dan juga alam lingkungan.

Sumber gambar :

  1. http://www.republika.co.id
  2. http://www.antarakalsel.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *