Beli Batik Ini, Tukar yang Baru Jika Luntur

Pengusaha dan pengrajin batik, Eko Haryanto, optimistis minat beli masyarakat terhadap kain batik khas semarangan masih tinggi.

Kain batik produksinya sudah dipasarkan secara nasional, menyasar seluruh Jawa, Maluku, Sumatera, Kalimantan, dan Papua.

Di lingkup lokal, pelanggan datang dari Semarang dan sekitarnya. Ada sejumlah strategi pemasaran yang diterapkan Eko, antara lain garansi bagi batik tulis.

Jika motif di kain tersebut luntur saat dicuci sekitar dua sampai tiga kali, dia akan menggantinya dengan barang baru. Kain yang lama tetap menjadi hak milik pembeli. Promo ini dia terapkan demi kepuasan konsumen.

Eko memulai produksi kain batik semarangan ini pada akhir 2006 silam. Dia menggunakan merek Cinta Batik Semarangan.

“Setelah produk kami mulai dikenal, orang-orang dari Semarang dan luar kota mulai berdatangan. Kain batik kami mengusung motif semarang lama,” kata Eko di rumahnya di Kampung Batik Gedong, Rejamulya, Semarang Timur, Selasa (30/5/2017).

Batik semarangan produksi Eko juga dikenal di lingkup internasional melalui turis asing. Wisatawan mancanegara yang datang ke sanggarnya biasa membeli beberapa helai kain batik tulis dan cap sebagai buah tangan.

“Hampir 80 persen kami melayani pembeli lewat pesanan. Kebanyakan warga Semarang dan sekitarnya,” ungkapnya.

Sekarang ada 10-an pegawai yang berproduksi di sanggarnya, rata-rata merupakan tetangga Eko yang memiliki keahlian membatik. Dia membanderol batik cap Rp 85 ribu per helai. Adapun batik tulis berharga mulai Rp 175 ribu per helai.

“Kami berencana tahun depan memproduksi batik tulis berharga di kisaran Rp 120 ribu. Kualitasnya akan tetap sama seperti sebelumnya,” jelas Eko.

 

Sumber: Tribun Jateng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *