Sawah Khas Jaring Laba-laba di Ruteng

Jika umumnya sawah yang kita jumpai berbentuk persegi, maka di Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) kita bisa mendapati sawah unik dengan bentuk jaring laba-laba. Sawah yang kemudian dikenal dengan spider web rice field ini tentu sangat menarik untuk ditelusuri keberadan dan riwayatnya.

Spider web rice field di Ruteng sudah ada sejak berabad-abad yang lalu dan diatur secara adat oleh nenek moyang orang Manggarai. Saat sawah akan diwariskan kepada generasi berikutnya maka sistem pembagiannya akan dibagi dengan bentuk ‘Lodok’ yang dimulai dari titik nol di tengah-tengah sebagai lahan ulayat.

Baca juga:
Melihat Keunikan Tradisi Perang Pasola di Sumba, NTT
Pantai Semeti, Pantai di Lombok Rasa Planet Krypton

Pembagian sawah akan dimulai dengan menarik garis panjang ke bidang terluar (Cicing) dari titik tengah (Lodok). Dari sistem pembagian ini maka akan dijumpai bentuk seperti jaring laba-laba yang membesar di bagian luar dan mengecil di bagian dalam.

Pembagian sawah ini dilakukan dengan diawali ritual kecil ‘Tente Teno’ dengan menancapkan pohon Teno di titik episentrum Lodok. Ritual ini dipimpin oleh seorang Tu’a Teno. Tidak hanya menancapkan Pohon Teno, dalam ritual ini masyarakat juga menyembelih seekor kambing. Darahnya ditumpahkan diatas kayu Teno sebagai lambang pengesahan adat.

Setelah itu, pembagian sawah dilakukan dengan menyesuaikan jumlah peneriman tanah dari keturunannya menggunakan rumus Moso (Jari Tangan). Dengan menggunakan rumus ini maka akan didapati tanah yang lebih besar pada jumlah penerima yang sedikit. Sebaliknya, bila jumlah penerima sawah dalam jumlah besar maka lahan yang diperoleh lebih kecil.

Bagi masyarakat Manggarai, sawah memang tidak hanya merupakan tempat menanam padi. Lebih dari itu, bagi mereka sawah adalah bagian dari adat-istiadat dan juga sebagai sandaran serta penopang hidup.

Tak heran sawah jaring laba-laba (spider web rice field) di Ruteng ini akan selalu dipertahankan sampai kapan pun. Sawah yang mirip dengan bentuk misteri crop circle di Ruteng ini membentang seluas 1.500 hektar dan berada di ketinggian 1.000  meter di atas permukaan laut.

Para turis biasa menikmati pemandangan unik ini dari Desa Cancar, Kecamatan Ruteng, Kabupataen Manggarai Timur, NTT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *