Menikmati Kain Tradisional di Rumah Batik Cipaku

Destinasi wisata yang berada di antara hunian atau tempat tinggal adalah konsep beda yang ditunjukkan Rumah Batik Cipaku Bandung. Alasannya, untuk mengejar kenyamanan pengunjung selama menjelajahi ragam batik yang hadir di sana.

Di atas lahan seluas lebih dari 1.000 meter persegi ini, didirikan one stop shop untuk batik. Pengunjung dapat memilih kain yang disukai. Jika hendak membuatnya menjadi pakaian, tempat ini juga menyediakan jasa penjahit.

Selain kain-kain batik khas Indonesia, disediakan pula aneka produk dan kerajinan batik lain. Misalnya, aksesori pakaian, tas, alas kaki, hingga ragam hiasan.

Pemiliknya adalah suami istri Yoga M Anugrah dan Lucyawati. Pasangan muda ini punya ketertarikan besar terhadap karya batik Tanah Air. Terutama Lucy, yang sejak kecil besar dalam keluarga yang mengelola perdagangan kain tradisional itu.

Menurut Yoga, bisnis kain tradisional itu tak pernah benar-benar sepi. Terutama saat ini, minat terhadapnya semakin tumbuh bahkan hingga mancanegara. Oleh karena itu, di Rumah Batik Cipaku Bandung hadir aneka ragam produk untuk memanjakan para pencintanya.

Meski terpisah dari pusat niaga bahkan destinasi wisata pada umumnya, Yoga optimistis konsep wisata miliknya memiliki banyak keunggulan.

Lokasinya yang berada di antara permukima dimaksudkan untuk memberi kesan homey dan nyaman untuk pengunjung.

”Saya amati, peminat batik sebagian besar dari kalangan dewasa hingga orangtua. Saat memilih batik, banyak yang menginginkan suasana yang tenang dan nyaman,” ujarnya di Rumah Batik Cipaku, Jalan Cipaku Indah I, Bandung.

Memasuki gerbang depan, terdapat sebuah penanda besar dari beludru dan kain batik bertuliskan Rumah Batik Cipaku bersama gambar gunungan dalam pertunjukan wayang. Suasana asri terasa, khas kawasan Bandung bagian utara.

Sebuah taman di sisi kanan melengkapi keasrian bangunan dengan bangun rancang khas permukiman 1980-an. Fasilitas one stop shop tak hanya berhenti pada toko. Ada Java Cafe yang membuat pengunjung dapat menikmati sajian selama berada di sini.

Banyak pengunjung yang datang bersama keluarganya. Oleh karena itu, disediakan banyak tempat duduk seperti sofa, bahkan kolam renang bagi pengunjung.

Kunci untuk mengubah hunian tinggal menjadi galeri adalah keberadaan area luas di dalam rumah. Ini yang kemudian dipikirkan Yoga untuk mengubah tata letak bagian dalam rumahnya.

Memasuki bagian dalam rumah di kawasan Bandung Utara itu, sebuah etalase dengan pernak pernik aksesori bergabung dengan kasir untuk transaksi. Selanjutnya, pengunjung memasuki area tengah rumah yang dipenuhi kain dan produk lain.

Yoga sengaja membuka penyekat rumah, termasuk membongkar sebuah kamar di bagian depan. Salah satu dindingnya tetap dipertahankan namun dirombak dengan membuat kisi-kisi sebagai bagian interior ruangan.

Area galeri Rumah Batik Cipaku Bandung memiliki banyak ventilasi. Terlihat dari sekat-sekat di bagian atas dinding, serta pintu besar yang menjadi gerbang masuk udara dan cahaya.

”Sengaja saya membuat banyak ruang terbuka, jendela, serta kisi-kisi agar sirkulasi udara dan cahaya lancar,” ujarnya.

Untuk mengakali keterbatasan lahan, Yoga menempatkan beberapa area tak biasa sebagai etalase kain-kainnya. Misalnya, di dinding ruangan, lemari pajangan yang merupakan daur ulang dari dipan tempat tidur, kolong-kolong meja, hingga penggunaan rak-rak multifungsi.

Yoga juga mengubah taman di tengah rumahnya sebagai ruang menjahit. Untuk mengakali bagian atas yang terbuka, Yoga menggunakan kain-kain sinjang sebagai penutup, sekaligus untuk menahan hawa panas.

Menurut dia, saat hendak menciptakan ruang meski untuk tujuan komersial, seperti toko, keberadaan ruang terbuka sangat penting. Jangan sampai, mengorbankan ruang terbuka untuk kepentingan toko karena akan berpengaruh pada kenyamanan.

Ia menargetkan pengunjung yang datang adalah wisatawan yang menuju arah utara Bandung. ”Setelah puas berwisata di atas, saat turun mereka bisa berbelok dulu ke Cipaku untuk berbelanja,” kata Yoga.

Rumah Batik Cipaku menyediakan kain tradisional itu dengan beragam level. Mulai dari daster rumahan hingga kain-kain premium bahkan yang sudah jadi materi koleksi, bisa ditemukan di sini.

”Kami menjual produk fashion dengan merk Tjiandra. Namun, bagi pengunjung yang ingin menjahit sendiri pakaian batiknya, kami sediakan penjahit dengan mutu unggulan,” tuturnya.

Menurut dia, untuk menjahit kain tradisional itu, ada trik tersendiri jika ingin tampil mengesankan dengan kain tradisional nusantara tersebut. Pola memotong kain tak bisa sembarangan karena harus ada kesesuaian antara coraknya.

 

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *