Jam Bencet, Penunjuk Waktu Shalat Sebelum Adanya Teknologi Jam

Bagi umat Islam, shalat memang merupakan ibadah yang perlu segera dikerjakan jika sudah waktunya tiba. Untuk mengetahui waktu datangnya sholat ini, seseorang bisa mengandalkan sebuah jam.

Namun sebelum ditemukan teknologi mesin jam, atau setidaknya sebelum masyarakat Indonesia mengenal jam, masyarakat di nusantara mengandalkan sebuah teknologi kuno yang diberi nama jam bencet.

Apa itu jam bencet? Jam bencet adalah jam yang dibuat dari lempengan tembaga dengan bentuk melengkung setengah lingkaran dan dibagian tembaganya terdapat garis-garis serta angka.

Baca juga:
Melihat Keunikan Tradisi Perang Pasola di Sumba, NTT
Dugderan, Tradisi Sambut Bulan Ramadhan di Semarang yang Unik dan Menarik

Di antara sisi cekungan tadi, ada sebuah besi melintang yang diberi besi runcing di bagian tengahnya. Matahari akan menerangi besi runcing itu dan banyangan besi itulah yang menunjukkan waktu sholat.

Karena mengandalkan sinar matahari, maka waktu yang bisa terbaca di jam bencet hanya dari jam 6.00 pagi hingga pukul 17.30 sore. Kelemahan jam bencet ini tentu tidak bisa digunakan saat mendung dan malam hari.

Penampakan jam bencet.

Jam bencet sudah ada sejak ratusan tahun lalu, dimana saat itu jam bencet digunakan oleh beberapa masjid besar dan juga kalangan Pondok Pesantren. Biasanya jam bencet didirikan di depan masjid dengan sebuah tiang bangunan batu bata setinggi 1 meter.

Dengan adanya jam bencet yang, maka waktu sholat Dhuhur, Ashar, hingga Maghrib pun bisa diketahui dengan akurat.

Meski merupakan benda penunjuk waktu, namun dalam kenyataannya tidak semua orang bisa membaca pertanda pada jam tersebut. Hanya muadzin, atau orang yang bertugas adzan, yang bisa melihatnya.

Beberapa masjid dan pondok pesantren yang masih mempertahankan jam bencet di Indonesia, antara lain Masjid Jami’ Peneleh, Surabaya, Masjid Jami, Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, Masjid Al Muttaqin, Kalibening, Tingkir, Masjid Assyarqowi, Pulutan, Sidorejo, dan Pondok Pesantren Al Asyhar, Kesongo, Tuntang.

Keberadaan jam bencet di beberapa tempat tadi diduga sudah berusia puluhan hingga ratusan tahun dan masih terpelihara dengan baik sampai sekarang, meski banyak yang sudah tidak difungsikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *