Dengo-Dengo, Tradisi Unik Saat Sahur di Sulawesi Tengah

Bulan Ramadhan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia menjadi momen yang berbeda dari hari-hari biasanya. Salah satu perbedaan saat bulan Ramadhan adalah adanya kegiatan santap sahur sebelum dimulainya kegiatan berpuasa.

Sahur yang dilakukan pada dini hari sebelum adzan Subuh memang membutuhkan perjuangan khusus, terutama untuk bisa bangun dari tidur. Maka dari itu di Kota Bungku, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, ada sebuah tradisi membangunkan warga untuk sahur yang dikenal dengan nama Dengo-Dengo.

Baca juga:
Kain Ma’a dan Sarita Ternyata Nenek Moyang Batik Toraja
Menelusuri Jejak Gotong Royong Pada Tradisi Angkat Rumah di Maros

Dengo-Dengo sejatinya merupakan bangunan setinggi 15 meter yang terbuat dari batang bambu sebagai tiang penyangga dan beratap daun sagu serta menggunakan lantai papan ukuran 3 x 3 meter persegi.

Bangunan yang didirikan menjelang bulan Ramadhan dengan cara bergotong royong ini diyakini sudah ada sejak awal masuknya Islam di Sulawesi Tengah sekitar abad ke-17.

Dalam pembangunan Dengo-Dengo umumnya menghabiskan dana sekitar lima ratus ribu rupiah. Pengerjaannya sendiri dilakukan secara gotong royong dan sukarela.

Kegiatan membangunkan orang untuk sahur melalui Dengo-Dengo ini dilakukan dengan membunyikan gong, rebana, dan gendang dari atas bangunan. Dari suara-suara yang dibunyikan ini nantinya warga akan bangun dan mengetahui bahwa sudah masuk waktu sahur.

Gambar: cubub.com

Biasanya, ada 8 orang yang bertugas di mengoperasikan Dengo-Dengo. Mereka berjaga dan akan bangun pada saat masuk waktu sahur serta membangunkan warga lain dengan cara menabuh beberapa alat tadi.

Hampir setiap RT di Kota Bungku memiliki Dengo-Dengo yang dalam bahasa Indonesia berarti “tempat beristirahat”.

Bangunan Dengo-Dengo setiap harinya selama bulan Ramadhan akan ramai didatangi warga terutama saat menjelang waktu berbuka puasa dan seusai shalat Tarawih untuk melihat-lihat atau sekedar bersantai. Warga yang berada di dalam Dengo-Dengo biasanya adalah para pemuda yang mulai berkumpul sekitar pukul 01.30 untuk bersiap membangunkan warga guna makan sahur.

Karena Dengo-Dengo merupakan bangunan khas bulan Ramadhan, maka dari itu setelah bulan Ramadhan berakhir maka Dengo-Dengo akan dibongkar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *