Balun, Desa Pancasila yang Bhineka Tunggal Ika di Timur Jawa

Sebagai negara yang memiliki beragam etnis, budaya, agama dan kekayaan alam, Indonesia memang seperti sudah ditakdirkan menjadi negara yang beragam. Dengan landasan Pancasila, semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda tapi tetap satu, sangat menyatu dalam jati diri atau karakter bangsa.

Salah satu bentuk perwujudan kebhinekaan Indonesia itu bisa kita jumpai di sebuah Desa Pancasila yang terletak di  Desa Balun, Kecamatan Turi, Lamongan, Jawa Timur.

Baca juga:
Negeri Atas Awan di Jawa Timur Itu Bernama B29
Batik Jawa Timur Itu Masih Ada, Bung!

Di Desa Pancasila Balun kita bisa menyaksikan ragam agama dengan nuansa toleransi yang sangat tinggi. Rasa toleransi keberagaman di Desa Pancasila Balun bukan terjadi dalam semalam ini.

Menurut Kepala Desa Balun, rasa kebersamaan dan kerukunan masyarakat dengan multi religi di sini sudah ada sejak lama. Di Desa yang terdiri dari 10 RT ini kita bisa menjumpai masyarakat yang memeluk agama Islam, Kristen dan Hindu.

Menurut catatan, umat Muslim menjadi penduduk terbanyak, mencapai 75% dari total penduduk desa. Sementara warga penganut agama Kristen ada sekitar 18 persen dan sisanya warga beragama Hindu.

Pintu masuk desa Balun. Foto: kompasiana.com

Meski amat beragam, tapi semua agama di Balun bisa hidup rukun dan harmonis.  Semua pemeluk agama saling menghormati dan saling menghargai satu sama lain. Dengan demikian maka konflik dengan alasan sentimen agama di Desa Balun sampai saat ini belum pernah terjadi.

Masyarakat Desa Balun memang percaya bahwa semua agama mengajarkan kebaikan, bukan kejelekan. Menariknya, saat hari besar keagamaan semua masyarakat saling bantu membantu umat yang sedang merayakannya.

Seperti saat umat Hindu merayakan nyepi, maka sebelum hari-H, masyarakat meski beda agama ikut membantu membuat ogoh-ogoh dan mengaraknya bersama keliling desa.

Begitu juga saat umat muslim beribadah puasa di Bulan Ramadhan, maka umat agama lain juga menghormatinya dengan tidak makan, minum, dan merokok di luar rumah. Tidak lupa juga pada setiap hari raya keagamaan, warga yang beragama lain juga akan mengucapkan selamat.

Karena Desa Balun ditinggal oleh umat dari tiga agama maka di sini kita juga bisa menjumpai tiga tempat peribadatan yakni Masjid Miftahul Huda, Pura Sweta Maha Suci, dan juga Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Balun. Menariknya lokasi tiga tempat peribadatan ini saling berdekatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *