Masjid Agung Komitmen Ikut Lestarikan Batik Solo

Masjid Agung Surakarta bersama Kampung Batik Kauman mengembangkan batik Alquran. Diharapkan dengan batik ini bisa menyatukan budaya Indonesia dan budaya dunia.

“Ini baru pertama kali dikembangkan untuk batik Alquran. Ini sekaligus untuk syiar Islam dan memeriahkan bulan Ramadan,” ujar pendamping Batik Alquran, Gunawan Setiawan di sela-sela peluncuran Batik Alquran di halaman Masjid Agung Surakarta, Jumat (2/6).

Dalam membuat batik Alquran ini murni batik tulis bukan batik cap atau printing, jadi harus benar-benar teliti. Untuk prosesnya itu terlebih dahulu membuat pola di kertas berukuran besar oleh santriwati Pondok Pesantren Tahfidz Wa Ta’limil Qur’an (PPTQ) Masjid Agung Surakarta. Kemudian dipolakan di atas kain polos berukuran 80 x 100 sentimeter (cm).

Setelah selesai dicanting dengan memakai alat batik tradisional, lalu diberi warna, dilorot dan dicanting lagi hingga proses finishing. “Prosesnya sama dengan batik biasanya tapi harus hati-hati. Dari proses awal sampai jadi itu kita targetkan tiga minggu jadi, Ini yang memproses dari santri-santri PPTQ dan warga yang diberi pembelajaran dulu,” kata Ketua Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman ini.

 

Sumber: Joglosemar.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *