Kartini Muljadi, Pengacara Senior yang Jatuh Cinta dengan Batik

Berbicara hukum dan seni merupakan dua hal yang bertolak belakang, namun apa jadinya jika kedua hal itu berpadu menjadi satu? Hal itu melahirkan sebuah buku bernama ‘Batik Indonesia: Sepilihan Koleksi Batik Kartini Mujadi’ karya seorang pengacara senior yang kesohor, Kartini Muljadi.

Pengacara wanita yang saat ini sudah menginjak usia 87 tahun tersebut mengawali karirnya sebagai hakim, kemudian beralih ke notaris hingga menjadi pengacara terkenal melalui kantor pengacara dan konsultan hukum ‘Kartini Muljadi & Rekan’.

Walau menghabiskan hidupnya dalam dunia hukum Indonesia, ternyata sosok Kartini juga mempunyai perhatian dan ketertarikan yang cukup besar pada batik.

Baca juga:
Jatuh Cinta pada Batik, Pria Jerman Ini Koleksi 2.000 Batik
Irwan Tirta, Jauh-Jauh ke Amerika Menjadi Legenda Batik

Ketertarikan Kartini pada batik dipengaruhi melalui persahabatannya dengan para tokoh pecinta batik di Indonesia. Merekalah yang mendorong Kartini untuk terus menambah koleksi batik tulis karya para maestro batik ternama.

“Kain batik merupakan benda seni dan menjadi kekayaan bangsa Indonesia,” kata Kartini seperti dikutip Kompas.com.

Ketertarikan dan kecintaan Kartini kepada batik semakin besar setelah Unesco menetapkan Batik Indonesia sebagai Intangible Cultural Heritage Indonesia. Selain itu, dirinya juga merasa lebih yakin untuk membantu pelastarian batik Indonesia sekaligus mendorong para generasi muda Indonesia supaya tidak melupakan mahakarya yang ditinggalkan nenek moyang.

Selama berpuluh-puluh tahun menjadi kolektor batik, Kartini Muljadi mulai memahami dan menyadari minimnya dokumentasi tentang batik. Kurangnya dokumentasi ini membuat asal usul sebuah batik dan pembuat pertamanya menjadi kabur. Makna di balik motif yang terkandung juga sulit diketahui.

Hal itu membuat Kartini menjadi semakin yakin dan berinisiatif untuk mendokumentasikan koleksi batiknya dalam sebuah buku. Dia pun berharap buku tersebut dapat dipergunakan oleh generasi muda untuk bisa mempelajari batik. Selain itu, penelusuran sejarah batik juga akan menjadi semakin mudah.

Pada buku karya Kartini setebal 198 halaman tersebut, secara gamblang dijelaskan perjalanan sehelai kain polos yang akhirnya menjadi kain batik. Berawal dari proses membatik pada sehelai bentangan kain mori hingga proses pewarnaan dijelaskan secara rinci.

Peralatan pembuatan batik yang diperlukan dalam membatik juga dikupas tuntas oleh Kartini dengan sangat detail dalam bukunya. Yang paling menarik, di buku itu terdapat penjelasan tentang pola batik yang berbentuk geometris dan non-geometris, pola bergaris miring, pola semen dan juga flora-fauna yang sangat banyak jumlahnya.

Penulis : Atung Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *